Takut Berinvestasi? Ini Dia 7 Rahasia Investasi Ala Warren Buffet

Takut Berinvestasi? Ini Dia 7 Rahasia Investasi Ala Warren Buffet

Ini Dia 7 Rahasia Investasi Ala Warren Buffet

Halo pengusaha entrepreneurs Indonesia

Kembali dengan Samuel Moses channel dan kali ini kita akan membahas
7 tips investasi ala Warren Buffet. Siapa yang belum tahu Warren buffet di sini? kalau belum ada yang tahu saya akan beri tahu. Jadi Warren Buffet adalah salah satu investor pemain saham yang paling sukses di dunia. Dia sempat menempati peringkat nomor 1 di dunia sebelum Jeff Bezos kalau tidak salah pendiri Amazon. Warren Buffet pernah menempati posisi itu sebagai investor ternama paling Veteran dan paling sukses. Dan kita hari ini akan belajar 7 prinsip investasi, ini dia.

Prinsip investasi yang pertama adalah pastinya teman-teman kalau senang investasi, senang saham ataupun bermain Foreign Exchange (Forex) mungkin pernah mendengar “don’t put your egg in one basket” jadi don’t put your egg in one basket ini tidak hanya berlaku di saham tapi juga bisa berlaku di bisnis kita. Jadi begini prinsip ini bukan hanya di saham ya, kalau di saham itu sebagai contoh kita punya dana 100 juta maka jika memakai prinsip ini misalkan kita  beli 20 di saham makanan, 20 di saham distribusi, 20 lagi beli saham yang sifatnya besi beton krakatau still gitu ya, 20 lagi beli di obat-obatan, 20 lagi beli yang sifatnya di bagian pembangunan misalkan Belinya di pembangun Raya atau mungkin di jasamarga, itu kan kalau secara saham tapi kalau di bisnis maksudnya kalau anda mungkin di bidang distribusi pemasaran maka “don’t put your egg in one basket” jika anda punya 1 sales itu sangat berbahaya maka lebih baik kita memiliki 5 sales, 10 sales atau lebih dimana kalau hanya memiliki 1 sales yang kemudian salesnya resign ataupun keluar itu kita bisa kehilangan omset lalu kalau misalkan kita hanya memiliki 1 langganan saja itu akan beresiko untuk bangkrut atau beresiko untuk kehilangan omset. Maka akan lebih bagus jika memiliki banyak langganan supaya kita lebih aman dalam menjaga stabilitas omset. Punya satu karyawan dengan banyak karyawan, hanya punya satu karyawan itu juga bahaya jika ada sesuatu yang terjadi dengan karyawan ini tetapi jika punya banyak karyawan maka akan lebih bagus selama karyawan ini sebagai aset bukan sebagai beban. Jadi kita mempunyai prinsip “don’t put your egg in one basket” artinya kita tidak menggantungkan nasib hanya pada 1 orang, hanya pada 1 bisnis atau jika diaplikasikan di saham hanya pada 1 saham saja.

Yang kedua adalah jangan takut dengan yang namanya fomo ya fomo itu artinya Fear Of Missing Out alias takut kehilangan kesempatan terbaik atau takut kehilangan momen terbaik. Ini sering sekali terjadi di dunia Forex ya. Jadi kalau anda bermain Forex itu kadang kita memantau tuh sampai tidak tidur untuk melihat mata uang atau fair tertentu dan menunggu dia akan Breakout, mungkin pergerakannya akan tinggi atau mungkin dia di momen tertentu dia akan tinggi. Makanya karena kita takut kehilangan momen kita akan pantengin terus. Nah, dibisnis juga sama misalkan kita ngorder ke satu toko nih karena kita takut kehilangan maka mau tokonya jutek, tokonya tidak enak kita akan memakasakan diri untuk bisa cocok dengan toko tersebut. Virus missing out ini adalah rasa takut kehilangan momen karena kita takut tapi malah membuat kita bisa kehilangan lebih banyak. Jadi ketenangan, berpikir dengan kepala dingin itu jauh lebih baik. Kita bisa menunggu kesempatan, maka dari itu supaya kita bisa mengurangi yang namanya rasa fomo, tidak mantengin terus-menerus kita harus belajar lebih banyak ilmu, lebih banyak konsumen itu membuat diri kita bisa lebih tenang. Kalau di saham atau Forex karena kita ngerti nih kalau sudah belajar ya maksudnya, kita nanti bisa lebih melihat kapan momen terbaik kita open posisi, kapan momen terbaik kita ambil TP dan stop lossnya dimana kita bisa belajar, kalau misalnya kita mengerti hal tersebut itu akan membuat diri kita lebih tenang dan tidak harus mantengin pasar saham terus-menerus ataupun pasar Forex terus-menerus. Hati-hati dengan yang namanya fomo alias Fear Of Missing Out.

Prinsip yang nomor 3 Warren Buffet menganut prinsip orang kaya. Jadi maksudnya apa sih prinsip orang kaya kan dia udah kaya? jadi gini ada perbedaan antara orang miskin dengan orang kaya dari segi cara menabung. Kalau orang miskin itu dia akan belanja jadi misalkan dia gajian entah itu gajian atau dapat keuntungan dari bisnis, kemudian dia akan belanja dulu kalau ada sisa, mudah-mudahan nih ada sisa kalau sisa baru ditabung duitnya. Tapi kalau orang kaya itu biasanya jika punya pendapatan, punya penghasilan ataupun orang profesional yang
mendapatkan gaji maka langkah pertama adalah menyisihkan untuk tabungannya berapa persen. Jadi langsung tidak pakai mikir “wah tabungan saya berapa persen buat di investasikan, ini dana darurat berapa persen, buat sedekah berapa persen, buat pendidikan berapa persen, terus untuk pengeluaran sehari-hari berapa persen, untuk nongkrong-nongkrong sama teman networking membangun pergaulan berapa persen” jadi sudah ada yang namanya alokasi dana sehingga kalau sampai terjadi sesuatu mereka punya yang namanya persiapan. Kalau misalkan bulan depan ternyata si profesional ini punya pendapatan
lebih dia akan tetap menggunakan persentase yang sama, kalau di bulan
sebelumnya dana ada kelebihan dia akan alokasikan kembali ke bagian investasi. Tapi pada prinsipnya daripada pusing-pusing nih ya pokoknya kalo miskin dia belanja dulu baru menabung tapi kalau kaya dia akan menabung dulu, menyisihkan, mengalokasikan dana baru dia memakai untuk kebutuhan sehari-harinya. Sekarang anda yang mana?

Hal yang nomor 4 adalah investasi jangka panjang untuk masa tua yang baik. Jadi adakalanya nanti masa tua kan tidak mungkin kerja terus-menerus karena tenaganya akan berkurang, konsentrasi akan berkurang dan semangatnya sudah lebih turun tapi biasanya semakin tua pengeluarannya akan semakin besar entah untuk apa misal untuk penyakit atau yang lainnya. Pokoknya makin tua tuh pengeluaran makin besar cuman penghasilan bisa jadi berkurang karena tenaga yang berkurang, semangat juga berkurang mungkin begitu ya. Untuk mengantisipasi yang namanya pengeluaran bertambah besar tapi semangatnya berkurang dan penghasilan berkurang maka kita punya yang namanya investasi yang bisa menyelamatkan kita dimasa tua. Di masa kita masih muda seperti ini berpikir pada saat masa tua nanti kita menyiapkan yang namanya tabungan dan juga passive income. Kalau sekarang kita menabung di suatu saham memang sih kedepannya prospeknya akan bagus hanya saja sebuah perusahaan yang memiliki prospek bagus itu adalah permainan jangka panjang ya mungkin anda baru menikmati sekitar 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun kemudian jadi tidak dalam jangka waktu pendek. Anda bisa menikmati hanya dalam jangka waktu panjang ketika anda menabung secara rutin, secara compound interest jadi nabung, lagi murah beli, lagi mahal beli, lagi harganya sedang anda beli. Nanti ketika di masa tua anda akan punya yang namanya tabungan dimana sudah bisa memberikan passive income berupa dividen yang bisa lebih besar dari yang namanya bunga deposito. Jadi ini prinsipnya seperti Lo Kheng Hong ya Lo Kheng Hong itu dia bekerja mati-matian di masa muda dia bikin financial planning kemudian sekarang di umur yang sudah cukup tua dia sudah punya penghasilan sebulannya sudah bisa menutupi Lifestylenya yang yang mewah yang bisa bermain golf setiap saat. Nah, anda bayangkan saja kira-kira berapa tanpa harus bekerja, tanpa harus pusing-pusing setiap hari, harus mikirin makan apa dan itu adalah prinsip yang dimiliki oleh Warren Buffett. Mulai Menabung sekarang untuk masa tua yang baik.

Oke sekarang kita masuk ke yang ke-5 dimana ini adalah sebuah prinsip yang dimiliki oleh Warren Buffet yaitu kesabaran. Kendalikan segala macam bentuk emosi yang bisa membuat kita jadi panik, membuat kita jadi mengambil keputusan terburu-buru dan menjadi orang yang mudah marah. Jadi terkadang gara-gara emosi itu kita bisa kehilangan momen juga baik di bisnis ataupun di saham. Karena emosi yang tidak bisa terkontrol kita bisa menjadi serakah, kita menjadi tidak bisa berhitung dan kita menjadi terburu-buru atau malah kita mengambil kerugian dimana sebenarnya kerugian ini hanya sementara tapi karena kita sudah keburu takut, gara-gara emosi kita jadi tidak bisa berpikir. Prinsip Warren Buffet adalah emosi kita harus sedingin es harus membeku di mana kalau emosi kita bisa netral, bisa dingin kita bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan kapasitas otak untuk berpikir terhadap segala macam situasi yang sedang dihadapi baik di bisnis ataupun di saham dalam pengambilan keputusan dari harganya ini bagus apa tidak, saatnya entry apa tidak ataupun di Forex dan di segala macam hal di dalam hidup anda. Oke? kendalikan emosi dalam segala hal.

Prinsip yang ke-6 adalah never loose money Artinya kita tidak pernah yang namanya kehilangan uang “loh kalau misalkan ketipu gimana? kalau misalkan salah mengambil keputusan gimana?” iya itu adalah belajar, itu adalah sudut pandang dari Warren Buffet memang betul kadang-kadang hal seperti itu susah diterima tapi ya menurut Warren Buffet kita tidak pernah yang namanya kehilangan uang, kalau misalkan kita kehilangan uang itu adalah kita menukarkan uang tersebut dengan yang namanya pengalaman baru nah dari pengalaman baru itu kita bisa menjadi lebih dewasa, lebih hati-hati, lebih tegas dan kita bisa lebih yakin dalam mengambil keputusan dengan dasar pengalaman sebelumnya dimana kita pernah belajar ya bukan gagal tapi kita pernah belajar. Apapun bentuknya baik di bisnis, di saham ataupun di Forex kalau kita ada kehilangan uang itu sama saja dengan kita belajar.

Salah satu yang tidak banyak dimiliki oleh orang dalam dunia investasi ataupun dunia bisnis adalah yang namanya kesabaran. Kesabaran ini sebenarnya bukan hanya sabar menahan marah ya bukan jadi misalkan ada orang yang menyebalkan lalu kita sabar untuk tidak marah itu salah satunya contoh-contoh cepatnya. Hanya saja sabar di sini adalah kalau kita ambil dalam waktu jangka panjang seperti yang tadi saya bilang ditips sebelumnya bahwa kalau kita mau merasakan capacity income di masa tua maka kita harus menabung dari masa muda supaya nanti sahamnya makin naik, capital gainnya makin naik lalu kita bisa menikmati kenaikan harga saham dan juga dividen ya hanya saja memang tidak bisa dalam waktu dekat makanya harus bersabar ya. Kalo bisnis membangun orang itu tidak mungkin dalam waktu 3 hari 5 hari kadang-kadang tidak langsung pintar, kita harus bersabar untuk bisa menikmati orang tersebut sehingga dia bisa autopilot mengerjakan pekerjaannya tanpa harus kita ajarin dan kita harus awasin. Hanya saja itu juga perlu proses ya jadi kesabaran disini adalah kesabaran dalam membangun aset seperti aset orang, aset uang ya portofolio, investasi, tabunga, bisnis ya terus mungkin anda punya partneran gitu ya atau punya bisnis yang kedua ketiga keempat semuanya perlu kesabaran cuman dari kesabaran itu selama kita konsisten berusaha untuk terus membangun, membangun, membangun dan memperbaiki, memperbaiki dan mengontrol itu nanti ada masanya selama kita punya blueprint dan memplanning hal tersebut kita akan menikmati hasilnya suatu hari nanti.

Ya itu dia 7 tips ala Warren Buffett ya Paman Warren dari Amerika bener ya kalau tidak salah Amerika. Yang sangat sukses dan sudah terbukti keberhasilannya dengan prinsipnya dia bisa menjadi salah satu orang terkaya, pernah menduduki ranking orang terkaya di dunia dan itu benar-benar terbukti. Next saya akan bahas tips-tips bisnis, investasi, mindset, productivity dan sebagainya yang berhubungan dengan pengembangan diri dan juga supaya kita lebih mahir lagi dalam membangun aset. Tujuannya supaya saat semakin tua, semakin senang khususnya untuk anda sahabat pengusaha entrepreneurs Indonesia. Jika anda suka dengan topik-topik seperti ini teman-teman boleh subscribe, like, comment jika ada yang ingin di tanyakan dan juga video ini boleh di share kepada teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia semua siapa tahu ini bisa menjadi sebuah momen dimana mereka bisa merasakan kedahsyatan dari 7 prinsip ala Warren Buffett. Jangan lupa follow tiktok @distributorbangunan Oke saya dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com sampai jumpa di video berikutnya Salam sukses.

bye bye