3 Arus Keuangan, Cara Mencapai Financial Freedom

3 Arus Keuangan, Cara Mencapai Financial Freedom

3 Arus Keuangan, Cara Mencapai Financial Freedom

Halo semuanya kembali dengan Samuel Moses di channel kesayangan Anda tentunya di YouTube
kalau tidak di Wirausahawansukses.com berarti di
Distributorbangunan.com.

Oke guys selamat datang, hari ini kita akan membahas

3 ARUS KEUANGAN

Arus keuangan ini dibagi dalam 3 model :

  1. Arus ke kas
    Arus keuangan keluar-masuknya si orang miskin
  2. Orang menengah
  3. Orang kaya

Oke di video ini kita akan melihat bagaimana
model dari ke-3 arus keuangan
orang-orang tersebut, stay tune.

Baik kita mulai sekarang kita akan melihat 3 model dari
arus keuangan dari model 3 orang.

Teman-teman, di hadapan saya sekarang sudah ada
tulisan, jadi kita akan lihat dulu model yang pertama
yaitu adalah Arus Keuangan Orang Miskin. Gimana ketika dia bekerja. Pertama dia bekerja dia akan mendapatkan namanya pemasukan, betul ya

Kemudian pemasukan ini akan dipakai untuk pengeluaran-pengeluaran misalnya untuk makan, jalan-jalan kemudian main dan sebagainya,

Oke pengeluaran yang rutin tiap bulan dilakukan terus-menerus sampai akhirnya uangnya habis.

Oke, di sini gak ada cicilan
juga tidak ada yang namanya aset. Nah, ini adalah model arus keuangan yang pertama
model orang miskin.

Kemudian sekarang kita berpindah ke Arus keuangan model yang ke-2, kelas menengah.
Biasanya untuk orang kelas menengah, pertama dia memiliki namanya pekerjaan, betul ya pekerjaan.
Pekerjaan ini menjadi sebuah pemasukan.
pemasukan ini dia akan dibagi 2 alurnya, pertama ke pengeluaran untuk makan,
jalan-jalan, main
ya seperti itu kemudian disini dia punya cicilan namanya rumah dan mobil,

Oke nah sampai di sini orang kelas menengah tidak akan punya namanya aset.
Hanya sampai di
punya pemasukan dipakai untuk bayar
pengeluaran dan dipakai untuk pembayaran cicilan ke beban berupa rumah dan mobil.

Kemudian yang ke-3
Ini adalah model dari orang kaya.

Orang kaya biasanya mereka punya pekerjaan, pekerjaan ini memberikan dia pemasukan
pemasukan ini
dia akan membagi ke dalam 3 fase, pertama untuk pengeluaran ya, untuk dipakai pengeluaran makan, jalan-jalan, main.

Kemudian biasanya untuk cicilan dia tidak akan
memakai pemasukan yang untuk membayar cicilan, tapi dia akan mengalirkan uangnya tersebut untuk membeli aset terlebih dahulu yang aset ini bisa berupa saham, obligasi, realistate, bisnis ya beli bisnis orang start up gitu ataupun ia melakukan namanya ternak.

Oke dari sini dia menghasilkan
pemasukan lagi, jadi dia mendapatkan pemasukan dari aset yang bekerja.

Lalu untuk bebannya sendiri, cicilan mungkin dia akan melakukannya namun
dia akan membayar beban di sini, beban ini misalnya rumah, mobil biasanya dari
hasil investasinya dari hasil asetnya.

Asetnya menghasilkan uang, ya uang ini dipakai untuk bayar beban
cicilan beban. Pemasukannya dia tidak akan terganggu dikarenakan adanya pembayaran cicilan berupa rumah dan mobil, ini adalah model dari Arus
keuangan orang kaya.

So teman-teman, teman-teman bisa tiru model dari
arus keuangan ini dan saya harap Anda bisa mendapatkan inspirasi bisa mempraktekkan apa yang saya bagikan di video ini dan tentunya saya harap ini bisa bermanfaat memperbaiki
financial Management Anda.

Oke, sampai ketemu di video berikutnya tetap dichannel YouTube kesayangan Anda bersama dengan Wirausahawansukses.com dan Distributorbangunan.com.

Bye bye~

Bisnis Coaching : Mentoring Vs Training Vs Coaching

Bisnis Coaching : Mentoring Vs Training Vs Coaching

Bisnis Coaching :
Mentoring Vs Training Vs Coaching

Apa bedanya antara Coaching, Mentoring dan juga Training?

Di video ini saya akan membahas perbedaan dari 3 hal yang sering membuat kita bingung dan kenapa salah satu metode pembelajaran yang di berikan antara si pemberi materi antara training, coaching dan mentoring.

Ada 1 metode yang sebenarnya kurang efektif dibanding yang lainnya. Dan kita akan simak apa yang membedakan hal tersebut di video berikut ini.

Selamat menyaksikan.

Nah sekarang kita akan membahas antara coaching, training dan juga yang namanya mentoring.

Coaching artinya kita berusaha menggali potensi dari si coaching nya orang yang di coaching. Bagaimana cara menggali hal tersebut? Caranya adalah dengan memberikan pertanyaan kepada mereka tentunya pertanyaan-pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sudah di pilih pertanyaan yang sudah di pelajari oleh si coacher nya yang digunakan untuk menggali potensi. Misalnya coach nya ini adalah seorang coach di bidang bisnis maka dia akan banyak mengajukan pertanyaan di bidang bisnis.

Contohnya :
Apabila si coaching nya ini mengalami kesulitan di bidang pemasaran, maka dia akan bertanya : Bu bagaimana menurut ibu bisnis ibu ini?
Apakah bisnis ini unik? apa kelebihan bisnis ibu?
apa kekurangan bisnis ibu?
apa kelebihan bisnis ibu dibanding yang lainnya?
apa yang membuat konsumen sering kali kecewa?

10 tahun kedepan bisnis ibu
kira-kira akan berubah menjadi seperti apa? dan masih banyak hal
pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh si coacher nya ini.

Nah, seringkali coacher mengajukan pertanyaan si coaching nya ini merasa apa sih kok gua ditanya-tanya mulu gitu padahal kan pertanyaan ini di tunjukkan untuk menggali potensi, tapi si coaching nya ini seringkali merasa tidak cocok kenapa? karena dia merasa ditanya-tanya melulu, merasa di gali informasinya, merasa di korek-korek rahasianya, itu point nya.

Ketika dia merasa di gali apa namanya, bakatnya. Setelah
ketemu jawaban dari permasalahan yang di alami oleh si coachingnya ini, dia merasa coach gua ini kerjanya ngapain ya, cuma nanya-nanya doang dan gua juga udah tau ko jawabannya gini gitu, gini gitu mana bayarnya mahal lagi.

Makanya seringkali seorang coach ini metodenya bukan metodenya berarti jelek ya bukan, tapi metodenya seringkali yang saya rasakan tidak cocok untuk di terapkan UMKM atau pemilik bisnis yang ada di indonesia.
Makanya mereka cuma merasa di tanya-tanya melulu, tapi mereka seperti tidak mendapatkan solusi, padahal mereka mendapat solusi dari diri mereka sendiri. Akibatnya coach nya akhirnya ujung-ujung nya di complain oleh si klien nya gitu.

Perbedaannya apa sama trainer, trainer tuh yang memberikan training. Kalo trainer dia akan memberikan materi-materi yang sifatnya tentang bisnis gitu ya. Bagaimana cara pemasaran?
Tips pemasaran yang ampuh yang efektif yang aplikatif.

Ketika diberikan cara-caranya, aplikasi nya gimana lalu si training nya : orang yang di training sama trainer maka dia akan menerima materi, tapi apapun yang di terima oleh si training mau dia ngerti, mau dia mengaplikasikan, mau dia tidak mengerti, itu bukan
urusannya trainer. Kenapa?
Karena trainer tidak akan membimbing si training, maka dari itu ada gabungan antara coaching dengan training yang akhirnya menjadi yang namanya mentoring.

Mentoring artinya mentor akan memberikan materi-materi training kepada kliennya atau kepada si muridnya.
Setelah dia memberikan training-training, memberikan ilmu memberikan materi, memberikan juga pengalaman pribadinya, setelah mengaplikasikan materi   training yang sudah di ajarkan
kepada klien nya ini, kepada muridnya dan ketika sudah memberikan, maka dia akan bertanya balik, menurut ibu menurut bapak dari materi yang sudah di berikan ini apa yang dapat ibu atau bapak aplikasikan ke dalam bisnis bapak ibu, nah gitu.

Tips apa yang bisa dipakai, jurus apa yang bisa di pakai. Dari materi yang sudah saya berikan, ibu ada kepikir ga sih? kira-kira bisnis ibu ini uniknya di bidang apa? Apa yang bisa ibu ambil? Jurus apa yang bisa ibu tambahkan ke dalam bisnis bapak ibu yang membuat bisnis bapak ibu menjadi unik dan menjadi lebih di ingat oleh
pelanggan nya bapak ibu.

5 tahun ke depan 10 tahun ke depan ibu ada bayangan ga? Kalo ga ada bayangan kira-kira nih ya kalo bayangan nya seperti ini, ibu bapak cocok ga?

Nah, gitu. Jadi mentoring itu gabungan dari training dan coaching tapi sebelum bertanya kita memberikan ilmunya terlebih
dahulu. Makanya si peserta, si murid, si klien ga kebingungan dalam mengaplikasikan ilmu yang sudah di berikan mentornya tersebut.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk kita mengetahui bedanya antara coach, dengan mentor dan juga dengan trainer.

Semuanya itu bagus, tapi anda harus mengerti dulu apa yang anda butuhkan ke 3 orang tersebut. Awalnya saya tidak mengerti, jadi saya mencoba ke 3 orang ini, antara trainer, coach dengan mentor.

Dari pengalaman, akhirnya ketika saya mempunyai seorang coach, bisnis coach yang ada malah ko kayanya complain mulu gitu ya
saya ini pengalaman saya pribadi ya, saya ini cenderung complain
ketimbang berterima kasih.

Dari pertemuan dengan bisnis coach saya itu. Akhirnya saya putuskan di tengah jalan, nah. Ketika saya mempunyai seorang
trainer, ya saya merasakan trainer ini memberikan ilmu-ilmu yang aplikatif tapi ilmu nya banyak banget, jadi ketika mengaplikasikan saya harus satu per satu.

Nah, yang ke 3 saya mempunyai seorang mentor di bidang public speaking jadi saya belajar ngomong, cara ngomong di depan cara ngomong ini bukan sekedar cara ngomong di depan tapi kita belajar cara komunikasi ya, ngomong itu gampang cuma ngomong doang kaya begini, tapi kalo udah berkaitan dengan komunikasi, maka kita harus berpikir pesannya bagaimana, bagaimana
cara mengemas suatu pesan itu dengan emosi dengan gestur, dengan tubuh, dengan intonasinya seperti apa. kemudian
apakah pesan yang kita sampaikan ini dimengerti oleh audience
kita.

Nah, saya mempunyai seorang mentor di bidang public speaking, dimana mentornya ini memberikan ilmunya terlebih dahulu, memberikan contoh dalam bentuk aplikasi yang sudah pernah dia pakai dari pengalaman nya dia dan dia ajarkan aplikasi tersebut di terapkan kepada saya.

Saya mencoba aplikasi tersebut bagaimana cara mengaplikasikannya dan saya diberikan feed back, diberikan koreksi, apa yang harus di perbaiki dari apa yang sudah
saya lakukan dari materi training tersebut.

Nah itu, saya merasakan perkembangan yang cukup signifikan ya, signifikan banget engga tapi dibilang lambat banget engga, makanya cukup signifikan.
Itulah kenapa mentoring itu menurut saya adalah hal yang paling terbaik dalam kita bisa mengembangkan diri. Carilah mentor
yang cocok bagi anda, yang cocok di bidang anda, yang membuat anda bisa berkembang di bidang yang ingin anda tekuni.

Baik itu dia, video kali ini yang saya bahas tentang produktivity antara mentoring, training dan juga coaching.

Dan saya harap ini bisa memberikan anda insight, memberikan anda manfaat dalam memutuskan siapa yang anda mau cari
untuk mengembangkan diri anda. Kita akan ketemu lagi
di video berikutnya, bersama dengan saya Samuel Moses di
channel youtube kesayangan anda.
Thank you, bye bye.