Tips Belajar Public Speaking – Musibah Seorang Pembicara dan Cara Mengatasinya

Tips Belajar Public Speaking – Musibah Seorang Pembicara dan Cara Mengatasinya

Musibah Seorang Pembicara dan Cara Mengatasinya

Halo sahabat pengusaha entrepreneurs Indonesia.

Kembali dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com kali ini kita
akan membahas yang namanya presentation disaster. Jadi ketika anda berbicara depan umum tapi anda mengalami bencana-bencana yang tidak diinginkan. Pertanyaannya bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Yang namanya presentasi public speaking ataupun kita berbicara di depan umum itu tidak lari dengan yang namanya  berbagai macam masalah. Cuman mengenai masalah-masalah yang kita alami itu tergantung kita punya pandangan, kita punya mindset itu, apakah ini masalah atau Apakah ini sebuah tantangan yang harus kita hadapi. Dan poinnya adalah ketenangan ataupun rileks pada saat kita menghadapi masalah tersebut ya. Jadi kalau teman-teman menghadapi masalah terus tiba-tiba kita panik ada kecenderungan kita tidak bisa mikir, kita tuh malah ngeblank atau malah kita bingung harus ngapain. Nah, itu pastinya akan dialami juga oleh seorang pembicara ataupun public speaker yang berbicara di depan umum. Ngomongin soal kesiapan ya, jadi poinnya adalah anda mempersiapkan apa yang akan anda presentasikan nanti. Jadi kalau teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia ingin presentasinya berjalan dengan lancar, maka kita harus punya yang namanya persiapan ya ngomongin persiapan. Udah dibahas di video sebelumnya, dimana 7 langkah mempersiapkan presentasi supaya bisa memukau audience. Hanya saja di video kali ini saya lebih fokus kepada bencana atau musibah yang dialami. Jadi kalau sudah punya persiapan kita bisa menghadapi meskipun bencana itu boleh terbilang agak parah. Misalnya saya kasih contoh, kasus yang pertama adalah tiba-tiba ngeblank dan tidak ingat apa yang mesti dikatakan sebelumnya. Saya pernah bahas di video sebelumnya bagaimana kalau presentasi kita ngeblank lalu kita bingung mau ngapain, jadi kita bisa rileks terlebih dahulu ya tidak boleh tegang ya harus rileks meskipun kita “Aduh apa ya apa ya lupa aduh lupa” nah semakin berpikiran seperti itu ya udah makin lupa, makin ngalir lupanya. Teman-teman tidak boleh begitu. Jadi kalau lupa, ngeblank mau ngomong apa, bingung. Poin pertama adalah rileks, tenang dan tetap tersenyum. Anda boleh pura-pura batuk, kalau masih lupa anda boleh minum, masih juga lupa coba skip poin yang barusan itu lalu next ke poin selanjutnya. pertanyaannya memang si audience nya tidak akan bertanya ya? audience nya tidak akan bertanya karena mereka tidak tahu anda lupa nya di bagian mana anda. Jadi skip saja, nanti sambil Anda berusaha mengingat-ingat tadi poin sebelumnya apa. Ya kalau perlu anda tidak usah bicara juga tidak apa-apa. Pasti juga audience nya tidak akan tahu. Memang audience akan tahu anda harus ngomongin A lalu B lalu C lalu D lalu E lalu F? Kan tidak. Kalau anda ngomongnya A lalu ke C lalu ke D ke F, audience tidak akan tahu. Namanya juga mereka kan murid, mereka penonton, mereka peserta, mereka kan member. Jadi kalau sampai tahu sih tidak mungkin, menurut saya hampir tidak mungkin. Tidak masuk akal kalo mereka tiba-tiba “eh kok ke lewat ya bagian sananya”. So buat teman-teman santai aja, rileks aja, anda skip saja ke poin berikutnya sampai nanti anda ingat baru anda balik lagi ke poin yang tadi anda lupa.

Poin yang kedua, musibah ketika kita membawakan sebuah presentasi ataupun public speaking adalah kita kekurangan ataupun kelebihan waktu. Nah, kalau ngomongin kekurangan poin nya tetap sama ya, anda tetap harus santai. Kenapa harus santai dan tetap harus rileks? Jadi memang paling enak sih kalau kita bisa on time, materi tersampaikan semua, waktunya pas, kalau kelebihan juga paling sekitar 5 menit lah tapi kalau kelebihan setengah jam ya sudah mau bagaimana lagi. Tapi poinnya gini teman-teman, kalau kita membawakan materi presentasi ini presentasi loh ya presentasi yang sifatnya belajar nih bukannya yang Stand Up Comedy ya. Jadi pengalaman saya ini kalau materi presentasi yang sifatnya belajar kalau lebih cepat beres atau kekurangan waktu biasanya audiencenya lebih seneng. Ya paling dimarahin sama panitia sih kitanya, tapi kalau dari segi si audiencenya ataupun penontonnya mereka lebih senang “eh lebih cepat setengah jam nih. lebih cepat sejam” Karena apa? Karena pada saat kita presentasi bawain materi kan otak mereka sudah capek, sudah panas. Jadi kalau bisa lebih cepat beres tuh rasanya happy banget gitu, Seneng banget, maka kita bisa mempercepat. Kalau misal kekurangan waktu bisa jadi itu malah suatu hal yang baik ya, kabar baik untuk si penonton kitanya itu. Tapi kalau misalnya kelebihan, kita bisa mempercepat poin-poin itu meskipun kita membawakannya tetap dengan tenang tapi kita bisa mempercepat poin-poin yang pengen kita sampaikan. Jadi tidak usah dikasih sampel tidak perlu dikasih contoh sudah saja langsung bahas-bahas poin-poinnya gitu untuk mempercepat. Nah, teman-teman ada beberapa trik nih ya untuk mengatasi kelebihan waktu misalnya teman-teman bisa diskusi, bisa exercise, bisa ngerjain tugas bareng-bareng, bisa tanya jawab gitu kan Q&A itu bisa meskipun bahannya sudah beres. Jadi misal waktunya tinggal 10 menit anda baru beres 40 menit dan waktunya 50 menit. Sisa 10 menit ini anda bisa pakai buat diskusi bisa buat ngobrol bisa untuk Q&A. itu adalah trik-trik ataupun tips yang bisa anda pakai kalau waktunya kelebihan
ataupun kekurangan.

Hal yang mungkin terjadi ketika kita presentasi ataupun public speaking adalah micnya mati, laptop yang ngehang dan tidak punya cadangan. Kalau begitu bagaimana? Ya sudah tetap harus jalan, tetap jalan. Jadi ini adalah kendala yang bisa dihadapi oleh seorang public speaker. Kalau menghadapi hal tersebut presentasi tetap harus jalan, andanya pun harus tetap tenang. Mungkin anda bisa mengakali dengan merubah layout panggung, yang awalnya anda depan dan penontonnya menghadap anda, nah sekarang dirubah  andanya bisa di tengah-tengah dan semua penonton disuruh untuk melingkar melihat anda berbicara. Itu juga salah satu strategi supaya suaranya tetap terdengar. Di rubah lewat panggung ya sambil minta ke pegawai hotel “mas-mas microphonenya mati nih saya minta penggantinya yah” jadi bisa begitu atau Anda bisa melakukan exercise bareng-bareng, ini juga salah satu trik mengakali kalau laptop atau microphone-nya mati dan andanya harus bagaimana nih. Poinnya kan audience itu pengen belajar, nah belajar itu tidak selalu dengan mendengarkan, dengan ngerjain, dengan latihan itu juga salah satu cara untuk belajar ya teman-teman. Jadi tetap harus tenang yang pasti kalau kita sudah menguasai materi kita, sudah punya persiapan yang bagus, kita sudah ingat kita mau nyampein apa aja meskipun kita nggak ingat secara full at least 70% pasti kita ingat ya kalau kita sudah latihan banget kita akan tetap bisa melanjutkan presentasi kita sampai di akhir. Memang tugas seorang public speaker ya harus belajar kalau mau memberikan public speaking berbicara depan umum dan menyampaikan isi materi dengan baik. Kenapa sih kita ingin tampil sempurna, kita ingin tampil gagah, kita ingin tampil keren? Dari pengalaman saya dulu, ya kita ingin tampil keren, berwibawa gagah dan segala macam. Memang sebenarnya bukan kita ingin memberikan yang terbaik untuk audience. Ini saya ya, bukan kita ingin memberikan yang terbaik untuk audience. Tapi kita takut dibully, takut diomongin, takut dihina jadi akhirnya kita jadi punya pemikiran yang aneh-aneh akhirnya kita ingin tampilnya sempurna. Dan mungkin kita juga diajarin sama mentor kita kalau ngomong tuh harus seperti ini, seperti itu, tertata rapi, bahasanya harus rapi, maka nanti si audiencenya baru akan senang, tidak akan membully kita. Sebenarnya tidak juga, kalau misalnya kita lupa nanti kita bakal dihina sebenarnya tidak. Memang audience akan tahu kita lupa? Kecuali kita memberikan respon kita lupa maka mereka baru tahu kita lupa, harusnya santai aja. Nah, saya ngomong seperti ini juga ini kan saya banyak lupa-lupanya nih tapi santai aja, masa bodohlah gitu. Niat saya yang penting baik pengen sharing, berbagi,  cuman lupa lupa ya udah lanjut aja tidak usah di cut. Kenapa audience mau datang dan mendengarkan kita? ke-1 poinnya adalah mereka ingin belajar sesuatu. Karena mereka ingin belajar sesuatu yang meskipun kita lupa lanjut. Yang Ke-2 mereka ingin terhibur atau terinspirasi, materi kadang-kadang tidak penting yang penting karena ketemu pembicaranya, yang penting bisa ketawa, yang penting bisa Happy bareng-bareng, itu udah cukup buat mereka. Yang ke-3 mereka ingin dibantu untuk mencapai sesuatu. Kalau misalnya “Dahsyat ini dia cara menaikkan omset di tahun 2021” nah poinnya itu ya lalu anda mau membahas 20 tips dan yang diingat cuma 10, ya dengan 10 ini juga bisa kan menaikkan omset di tahun 2021 tidak harus 20 juga ya gitu poinnya. Pokoknya selama mereka mendapatkan sesuatu, mereka ingin dibantu untuk mencapai sesuatu, sesuatu itu sudah anda berikan dan sesuatu itu bisa membuat impian mereka lebih terbayang nih action plannya mau ngapain sebenarnya sudah cukup, tapi akan lebih baik kalau bisa sempurna ya ke-20. Dan yang terakhir adalah audience itu datang ke seminar, kepelatihan karena disuruh oleh perusahaan atau oleh bos. kalau seperti itu, itu yang paling asik sih anda pokoknya tampil yang lucu aja, lucu-lucuan aja pokoknya kalau selama si audience itu terhibur ketawa maka presentasinya akan dibilang bagus, seminarnya keren, workshopnya mantap, bermanfaat. Anda boleh banyak cerita, banyak ngelucu, namun harus ada poin-poin tertentu yang harus di fokuskan misal “ini ini belajar ya” nanti mesti diingetin nih ke audiencenya “bagian sini perhatiin ya begini perhatiin ya” setelahnya kalo poin-poin tertentu sudah diperhatikan, mereka sudah mengerti lalu sisanya agak melucu itu oke dan si audience ini akan terus berlangganan untuk mengundang anda sebagai seorang pembicara. Materi tidak perlu dalem-dalem tapi yang penting ada action plan yang jelas yang membuat si audience ini mendapatkan sesuatu. So jadi tidak masalah kalau misalnya kurang sempurna, ada lupa-lupa, ada keseleo ada nge-hang, ada ngeblank juga ya santai aja. Balik lagi ke kita punya responnya seperti apa dan saya punya suatu quotes bijak nih ya “Dont i’m for perfection but i’m for connection” maksudnya gini jangan mengejar sebuah kesempurnaan dalam sebuah presentasi,
tapi yang paling penting hubungan interaksi kita sama si audience kita. Kalau misalnya kita bisa perfect presentasinya sempurna semua bahan tersampaikan tapi bawainnya boring membosankan audience tidak suka tapi kalau dari 100% kita cuman ingat 10% nih ya karena faktor laptopnya mati ya jadi kita lupa dong cuma ingat 10%, Tapi selama presentasi kita banyak interaksi, banyak ngobrol, banyak diskusi banyak tanya jawab itu audience lebih senang ketimbang kita ngomong terus, nyerocos terus. Jadi konteksnya adalah kita harus berinteraksi dalam melakukan koneksi yang baik layaknya teman ataupun sahabat kalau pas lagi ngobrol, meskipun posisi pembicaranya di atas panggung dan audiencenya di depan tapi konteksnya adalah kayak persahabatan.

Ada kisah-kisah yang menggambarkan, kalau misalnya anda menganggap 
ngeblank itu adalah musibah yang parah untuk seorang public speaker. Ngeblank terus microphone mati wah itu parah banget lah. Nah, kalau anda menganggap ini parah. Ini ada sebuah kisah Dan roam pengarang buku “the back of the napkin” dia sedang berpresentasi di Moskow tiba-tiba pintunya di dobrak oleh serombongan pasukan spesial sejenis swat lengkap dengan senapan AK47 tanpa berkata apa-apa mereka menyergap masuk keruangan dan meringkus salah seorang audience, mungkin si audiencenya membawa narkoba nih oke. Yang kedua adalah save
seorang pembicara ingin menunjukkan satu website referensi kepada audience akan tetapi dia salah ketik sehingga yang tampil di layar adalah situs porno sejak kejadian itu presentasinya selalu dipadati peserta ya ternyata ini musibah membawa berkah nih. Yang ketiga adalah girls
marcom sesaat sebelum presentasi kehilangan koper laptop beserta isi
presentasinya karena dicuri orang akhirnya dia harus memberikan presentasi selama 45 menit yang murni berasal dari apa yang diingatnya aja nah ini bencana parah banget sih, udah lebih parah dari laptop ngehang ataupun mati ya, kemudian Martin nealson mencoba duduk
di meja LCD projector yang kira yang dia kira kokoh akan tetapi ternyata meja ini hanya ditopang satu kaki yang begitu diduduki langsung terbalik mengirim LCD Projector melayang di udara dan membuat Martin
terjatuh terkapar di lantai jadi ini adalah musibah-musibah yang mungkin anda baru denger ya. Cuman ini memang dialami oleh pembicara-pembicara Luar Negeri dan ini boleh terbilang lebih parahlah daripada microphone mati ataupun laptopnya ngehang dan ternyata mereka juga tetap tenang sih dalam menghadapi hal demikian, tetap melanjutkan presentasinya, tetap jalan dan tidak panik rileks aja.

Pengusaha entrepreneurs Indonesia pembahasan kita tentang cara mengatasi musibah ketika kita melakukan yang namanya presentasi ya. Nah, presentasi disini bisa anda meeting Project, dealing Project, meeting sama atasan, meeting sama perusahaan yang gede atau meeting sama tim, meeting sama divisi-divisi banyak gitu. Nah, ini bisa aja terjadi cuman tenang aja, santai ya.

So teman-teman akhirnya kita sudah sampai dipenghujung tips dimana jika anda suka dengan channel ini Samuel Moses silakan subscribe ya dimana channel ini banyak membahas tentang tips communication skill, public speaking, team building, selling marketing dan juga mindset pengembangan diri. Kalau suka like videonya dislike kalau tidak suka, komen jika ada yang mau ditanyakan lalu share video ini. Saya juga punya tiktok @distributorbangunan jangan lupa Difollow ya Terima kasih Salam sukses dan tetap senyum semuanya.

Bye-bye.