Tips Jualan Online – Bingung Harus Closing Kaya Gimana?? Ini Dia 5 Jenis Closing Dalam Berjualan

Tips Jualan Online – Bingung Harus Closing Kaya Gimana?? Ini Dia 5 Jenis Closing Dalam Berjualan

Bingung Harus Closing Kaya Gimana?? Ini Dia 5 Jenis Closing Dalam Berjualan

Suka susah closing pada saat berjualan? So di video kali ini kita akan membahas 5 tips supaya closing pada saat jualan bisa lebih mudah. Sebelum kita masuk ke 5 tips, salam kenal dulu saya dengan Samuel di video kali ini kita akan membahas 5 tips untuk bisa closing dengan cepat, dengan enak.

Anda harus tahu bahwa untuk bisa closing dengan cepat dan enak kita harus mengenal yang namanya karakter konsumen, karakter konsumen itu dibagi ke dalam 3 bagian. Yang pertama adalah konsumen sebelum membeli, sebelum memutuskan, sebelum dia memiliki produk yang anda tawarkan dia akan mencari terlebih dahulu. Setelah mencari dia akan mempelajari terlebih dahulu kemudian terakhir baru dia akan membeli apa yang anda tawarkan. Nah, disaat membeli itu juga kadang-kadang banyak drama seperti dia akan nanya-nanya dulu cari review dulu dan sebagainya. Setelah dia membeli dia akan memutuskan apakah produk yang ditawarkan oleh anda ini cocok buat dia pakai atau tidak, kalau ternyata dia cocok maka dia akan berlangganan ataupun membeli kembali produk yang pernah anda tawarkan. Jadi tugas seorang sales adalah mengclosing.

Ada dua segmen market yang pertama adalah kita mengclosing ke segmen market yang sifatnya perusahaan, yang kedua kita bisa mengclosing ke segmen market yang sifatnya retail dan caranya pun berbeda tapi pada intinya ketika kita closing itu kita harus mengerti bahwa closing adalah proses tukar menukar dari informasi yang kita berikan, jasa yang kita tawarkan ataupun produk yang kita tawarkan dengan sebuah uang. Kadang-kadang closing itu tidak selalu urusannya dengan duit misalnya kita dengan antara informasi dan email, antara informasi dengan nomor telepon, informasi dengan referral kita dapet referral itu dari orang yang kita tawarkan. Ketika teman-teman akan closing kalau sampai si konsumen tidak membeli produk itu usahakan kita bisa mendapatkan sesuatu yang lain misalnya kita bisa dapat nomor teleponnya, WhatsAppnya, emailnya ataupun dapat referensi yang lain. Kalau misalnya kita bisa mendapatkan hal-hal seperti itu berarti kita sudah mengclosing penjualan meskipun kita tidak dapet duitnya. Setelah teman-teman paham dengan apa yang dimaksud dengan closing dan bagaimana karakter konsumen dalam mencari sampai dia memutuskan sebuah produk yang ingin dipakai, maka sekarang saatnya kita mempelajari 5 teknik closing.

Yang pertama adalah pastikan anda harus berhubungan dengan yang
namanya decision maker atau pembuat keputusan. Kalau Anda menawarkan seorang ayah tiba-tiba nanti ayahnya tanya istri dulu, tanya keponakan dulu ataupun tanya keluarganya dulu, maka dia itu bukan decision maker yang akibatnya dia tidak akan membeli produk yang anda tawarkan.

Yang kedua adalah jangan memaksa tapi mengedukasi. Tugas kita sebagai seorang penjual tidak boleh memaksa seperti “ayo beli dong beli. Beli-beli kalo tidak beli liat ya, siap-siap ya” itu tidak boleh. Pastikan kita bukannya sedang memaksa tapi kita lagi mengedukasi customer kita. Masalah nanti dia beli ataupun tidak beli itu pilihan dia, tapi yang penting kita membuka wawasannya, kita membuka mindsetnya, keunggulan ataupun manfaat dari produk yang kita tawarkan kalau dia pakai akan mendapatkan benefitnya Seperti apa.

Yang ketiga adalah buat jembatan antara keinginan dengan kebutuhan misalnya begini barang kita adalah alat pijat dan keinginan dia adalah hidup sehat maka kita bisa bercerita nih “pak bapak ingin hidup sehat ya? nah salah satu ciri orang tidak hidup sehat adalah badannya pegal-pegal maka supaya hidupnya bisa sehat kita bisa menyembuhkan pegal-pegalnya dengan alat pijat yang saya sediakan ini” seperti itu jadi kita edukasi, kita terangkan.

Lalu yang keempat adalah teman-teman harus mengerti teknik mengatasi keberatan. Dengan kita bisa mengatasi keberatan maka konsumen bisa kita closing dengan lebih cepat dan lebih mudah. Persiapkan hal-hal script yang konsumen sering utarakan pada saat mereka keberatan misalnya adalah harga mahal jawabnya seperti apa, belum butuh anda harus jawabnya seperti apa, jangan sekarang ya tanya istri dulu maka anda
harus jawabnya seperti apa. Jika teman-teman pernah bertemu dengan handling objection seperti ini dan anda sudah punya script untuk menjawab hal tersebut maka kita bisa mengclosing konsumen dengan lebih mudah.

Dan yang kelima adalah ketika closing kita berikan yang namanya closing+1. Closing+1 tuh apa sih? begini kalau misalkan dia ingin membeli barang kita, tiba-tiba kita kasih kejutan seperti kita kasih voucher, kita kasih permen, kita bisa kasih tiket nonton. Misalnya seperti itu ya jadi kan itu hal-hal yang sebenarnya tidak kita janjikan tapi kita berikan kejutan kepada mereka.


Teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia suka dengan tips seperti ini? yuk subscribe channel ini dan follow komunitas saya, klik link yang ada di deskripsi bawah sini dan akan langsung menuju ke arah dari link tersebut ya yang tulisannya share.mytribe. Oke itu saja sekian terima kasih dan salam sukses sahabat entrepreneurs indonesia.
bye bye

Tips Belajar Public Speaking! Ini Dia 3 Cara Mengatasi Rasa Takut Saat Presentasi!

Tips Belajar Public Speaking! Ini Dia 3 Cara Mengatasi Rasa Takut Saat Presentasi!

Ini Dia 3 Cara Mengatasi Rasa Takut Saat Presentasi!

Halo pengusaha entrepreneurs Indonesia

Kembali lagi dengan Samuel Moses kali ini saya akan membahas tentang topik mengapa kita merasa takut saat berpresentasi atau berbicara di depan umum. Jadi topik kali ini adalah tentang public speaking ya jadi public speakingnya dikhususkan untuk anda seorang pembicara, entrepreneurs ataupun pengusaha yang memiliki banyak bisnis dan memimpin sebuah tim. Jadi sekarang saya akan sharing tentang cara berbicara di depan umum.

Teman-teman pengusaha entrepreneus Indonesia public speaking yang akan saya bawakan kali ini bukan untuk MC ya meskipun sebenarnya sama saja dan bisa untuk MC juga hanya saja ini dikhususkan untuk anda yang banyak melakukan briefing, banyak melakukan meeting dan hal itu sangat sangat diperlukan untuk kita sebagai seorang business owner ataupun pengusaha namun adakalanya saat akan membawakan sebuah materi ataupun presentasi apalagi ke pimpinan misalnya, kita punya atasan atau kita mau briefing anak buah yang anak buahnya mungkin terkadang lebih tua. So akan ada banyak kendala salah satunya adalah ketakutan, itu tidak salah sih karena saya juga pernah baca dari salah satu bukunya, bukunya siapa saya lupa pokoknya gini “ketakutan tertinggi di peringkat satu manusia adalah berbicara di depan umum alias public speaking di depan umum” jadi daripada seperti itu lebih baik katanya dia jatuh dari ketinggian lah atau mungkin dia lebih baik dikejar-kejar ular lah dan sebagainya itu konyol sih. Kan pertanyaannya apa iya separah itu? ya saya sih tidak tahu ya itu kan research lah ya tapi kalau saya kurang setuju. Lebih seram dikejar singa karena ini menyangkut hidup dan mati daripada saya berbicara di depan umum.

Kali ini pertanyaannya kenapa kita bisa takut saat berpresentasi? Oke jadi pertama adalah masalah mindset, mindset kita akan berkata pada saat kita berbicara di depan umum kalau kita akan gagal kita akan ditertawakan, akan dicuekin, akan diomongin diantara teman-teman yang lainnya entah ngomongin kita apa karena kan kita di depan namun kita akan diomongin, kita akan di dihina. Mungkin akan ada juga tipe-tipe pembicara, tipe-tipe audience kalau misalnya kita tidak bisa menjawab pertanyaannya dia maka kita akan dibully dan diolok-olok mungkin seperti itu otak kita berpikir. Itu tidak salah tapi itu tidak akan terjadi, salah satu guru saya juga pernah saat awal-awal melakukan presentasi tuh takut laptopnya meledak memang bisa saja laptopnya meledak tapi ya itu kan impossible, bisa saja terjadi hanya saja kemungkinannya kecil, laptop meledaklah atau misalkan tiba-tiba di ditengah presentasi atau lagi berbicara di depan umum dia akan sakit perut, kepleset jadi itu khayalan-khayalan yang kecil kemungkinannya terjadi hampir tidak mungkin. Bisa saja terjadi namun kemungkinannnya sangat kecil. So teman-teman untuk memastikan kita lebih tenang kita harus membayangkan yang sebaliknya jangan membayangkan yang negatif tapi bayangkan yang positif seperti audience yang tersenyum, kita ditepukin, kita di semangatin, kita disalamin “thank you ya pak Samuel sudah membawakan materi ini. Sangat menginspirasi sekali, kita sepulang dari sini bisa-bisa langsung praktek nih. Aduh thank you banget ya buat materinya benar-benar inspiratif sekali. Nanti kita undang lagi ya pak tidak apa-apa ya” Oh tentunya mau kan diundang lagi, dapet bayaran gitu ya boleh lah masa tidak mau jadi maksudnya begitu ya. Kita harus membayangkan sesuatu yang happy, yang bisa membuat bahagia, yang bisa membuat kita bersemangat kembali dan itu yang membuat kita bisa merasa lebih tenang. Oke itu adalah tips yang pertama.

Tips yang kedua adalah karena public speaking itu kita tidak terbiasa, public speaking berbicara di depan umum melakukan presentasi kita tidak terbiasa maka otak kita dan badan kita akan menganggap itu adalah hal yang baru. Nah karena itu dianggap sebagai hal yang baru kita akan tegang, so teman-teman bayangkan pada waktu awal-awal belajar menyetir mobil teman-teman merasakan apa? coba bayangkan dulu teman-teman merasa apa waktu awal-awal menyetir mobil. Nah mungkin ada yang langsung menjawab dalam hati kalau rasanya tegang, deg-degan, takut salah, panik, serba hati-hatilah ya kontrol sebelah mana segala macam. Itu sama halnya seperti kita berbicara di depan umum atau melakukan public speaking. Demikian dimana waktu awal-awal belajar mobil itu kita tidak biasa mungkin kita harus cari guru dan cari mentor untuk membimbing kita. Akhirnya setelah bisa sekarang coba untuk teman-teman yang sudah bisa menyetir, apa yang teman-teman rasakan kalau anda sudah bisa menyetir sambil menelpon kadang ada yang sambil merokok? itu udah keren sekali itu sudah tidak pakai tegang, tidak pakai mikir dan itu karena sudah terbiasa. Public speaking, berbicara di depan umum itu sama halnya seperti kita belajar menyetir mobil semakin terbiasa maka akan semakin mahir. Dulu saya tidak bisa berbicara seperti ini, teman-teman bisa lihat ya awal-awal saya berbicara di depan kamera seperti ini rasakan dan lihat perbedaannya yang dulu dengan yang sekarang. Itu karena membiasakan diri lalu berlatih, karena public speaking itu tidak jauh dari yang namanya latihan. Itu harus dicoba terus.

Yang ketiga itu teman-teman tidak ada atau kurang persiapan. Kurang persiapan itu misalnya materinya tidak siap, teman-teman kurang tidur itu juga termasuk kurang persiapan, laptopnya ketinggalan tidak diperiksa dulu harusnya bawa tapi lupa dan salah makan ya sudah tahu mau presentasi, sudah tahu mau public speaking, sudah tahu mau meeting, sudah tahu mau ketemu perusahaan lain mau deal-dealan eh malah makan makanan pedas yang membuat sakit perut akhirnya presentasinya gagal dan itu sangat-sangat disayangkan ya. Tapi kalau memang terjadi demikian mau bagaimana lagi, cuman yang paling penting kita tuh harus punya persiapan, kita harus memastikan kita bikin checklist dulu materi sudah dikuasai, barang-barang sudah komplit yang harus dibawa pakai baju apanya jelas gitu, kita mau dateng jam berapa, apa saja yang harus kita persiapkan sebelum meeting misalnya speakernya harus bagus, sound systemnya harus oke. Itu harus dipersiapkan terlebih dahulu ya jangan sampai salah.

So teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia itu dia tips public speaking. Bagaimana caranya kita bisa lebih berani dan kita tidak merasa takut pada saat kita akan presentasi. Tips simple ini bisa teman-teman praktekkan dan semoga ini bisa membuat teman-teman lebih percaya diri pada saat membawakan presentasi ataupun berbicara di depan umum. Suka dengan tips-tips seperti mindset, productivity, bisnis, team building, leadership ataupun pengembangan diri? teman-teman boleh subscribe channel saya di Samuel Moses bisnis saya di channel DistributorBangunan kemudian boleh juga follow tiktok @distributorbangunan ya. Teman-teman untuk video ini boleh like, comment jika ada yang ingin ditanyakan dan juga boleh share kepada teman-teman lain yang mungkin membutuhkan tips public speaking. Saya yakin ini bisa bermanfaat untuk mereka yang mendengarkan. Kita akan bertemu lagi divideo berikutnya bersama dengan saya Samuel Moses salam sukses dan tetap semangat.


bye bye

Tips Jualan – Susah Berkomunikasi Dengan Customer? Pelajari 3 Type Komunikasi Dalam Berjualan

Tips Jualan – Susah Berkomunikasi Dengan Customer? Pelajari 3 Type Komunikasi Dalam Berjualan

Susah Berkomunikasi Dengan Customer? Pelajari 3 Type Komunikasi Dalam Berjualan

Halo pengusaha entrepreneur Indonesia.

Saya dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com kali ini kita akan membahas 3 jenis selling yang bisa anda aplikasikan kedalam
kegiatan berjualan anda. So, selamat menyaksikan.

Mungkin tanpa kita sadari ketika melakukan kegiatan berjualan, kita mengobrol, kita menawarkan barang. Yang kita tawarkan itu adalah barang saya kasih contoh saja ya, misalnya sebuah gelas ketika kita menawarkan “pak ini gelasnya terbuat dari tanah liat yang bagus banget, sablon nya ini di cetak selama 3 jam sehingga menghasilkan pressan yang sangat luar biasa,  pegangannya di lem menggunakan lem dexton yang kencang banget yang langsung menempel sehingga ketika kita pegang itu langsung kuat” itu jualannya by spesification dan seringkali jualan seperti ini banyak dilakukan di spek-spek handphone ataupun spek laptop seringkali dia memberi tahu kalau spek nya begini begitu. Nah, untuk orang yang sudah paham, sudah mengerti dengan bahasa-bahasa tersebut maka mereka akan langsung oke, langsung setuju, langsung membeli. mereka memilih-milih produk terbaik itu base on spek-spek yang di tawarkan oleh si iklan tersebut ataupun oleh si seller tersebut. Bukan maksudnya menyalahkan hanya saja tidak semua orang membeli karena spesifikasi, kebanyakan orang orang akan membeli karena ikut-ikutan, karena kata orang lain, kata rekomendasi dari rekomendasi baru dia akan maju ke step berikutnya mempelajari spesifikasi yang dimiliki oleh produk tersebut. Oleh karena ada rekomendasi, ada ikut ikutan maka kita akan masuk ke level yang kedua. Nah, di level yang kedua ini adalah kita jualannya dengan menggunakan story jadi kita bercerita pengalaman orang lain menggunakan produk ini, jadi misalnya “pak teman saya menggunakan gelas ini untuk meminum kopi. ketika dia meminum kopi itu dia sangat senang sekali karena gelas ini tahan panas pak jadi kebanyakan gelas itu biasanya kalau masuk air panas langsung retak nah kalau ini itu tidak retak” seperti itu, memang di terangkan secara spesifikasi gelasnya kalau tahan panas tapi di ceritakan bukan hanya seperti “pak gelas ini tahan panas karena dibuat menggunakan tanah liat begini begini lalu pegangannya begini begini sehingga anti lepas” bukan begitu tapi dia menggunakan story orang dimana kalau kebanyakan orang kalau menuangkan air panas gelasnya akan mudah retak tapi dengan gelas yang ini gelasnya tahan panas sehingga enak di gunakan, mudah digunakan dan tentunya meminum kopi pun menjadi lebih nikmat seperti itu. Jadi dia menggunakan cerita orang lain, itu menggunakan story. Ada yang lebih powerfull nih di pengalaman saya pribadi, ini adalah level yang ketiga. Di level yang ketiga adalah ketika kita menawarkan sebuah barang, kita menjual sebuah barang sebenarnya kita bukan lagi seperti menjual tapi seperti kita sedang bercerita pengalaman pribadi contohnya bercerita pengalaman pribadi itu seperti, ini bukan berjualan ya misalkan anda
menggunakan motor misal motor yamaha MT 25 dimana motor ini tuh ngebut banget, sport banget, akselarasinya bagus banget jadi untuk mulai dari 0-100 butuh waktu sekitar 5-8 detik misalnya seperti itu ya. Nah, ketika kita ngobrol dengan teman kita “bro lu gimana? lu kan punya motor MT25 enak ga?” atau misal begini ngobrolnya “eh gue lagi nyari motor yang bisa ngebut terus motornya juga bisa lajunya kenceng, di bawanya enak, kira kira apa ya?”, “oh ini bro gue pakai MT25 enak, asik kok kalau ngebut terus kalau di bawa tuh ga goyang stabil juga motornya” nah ketika kita bercerita hal seperti itu kepada teman kita tidak menutup kemungkinan dia akan tertarik dan langsung membeli motor tersebut.
Itu pointnya, meskipun kita tidak menjual motor tapi karena kita bercerita
dan ada pengalaman pribadi di situ, ada experience pribadi di situ maka teman kita pun akan percaya dan akan cenderung memilih motor yang sudah di rekomendasikan oleh kita untuk di pakai ataupun dimiliki. Jadi kalau misalnya kita berjualan misalkan seperti saya berjualan bahan bangunan saya bisa berjualan memakai teknik story ataupun di level 3 ini story by experience.  Jadi saya pernah bangun rumah nah kebanyakan pipa itu kan mahal banget sedangkan pipa yang mahal itu memang dia memiliki spek yang bagus untuk kebutuhan yang cukup berat misalnya untuk casing pompa air gitu kan sedangkan saya kebutuhannya hanya untuk pengaliran air, hanya untuk mengalirkan kotoran. Maka saya tidak akan membutuhkan pipa-pipa yang terlalu mahal oleh karena itu saya akan memilih pipa yang sangat murah, yang saya jual, tidak terlalu mahal, barangnya juga middle lah di bilang bagus banget kaya merek-merek terkenal tidak tapi di bilang jelek banget tidak juga. Silahkan pilih saja kepada si calon prospek ini ataupun konsumen ini mau tidak pakai pipa yang modelnya seperti ini jadi memang tidak ada paksaan disini tapi lebih ke kita bercerita pengalaman pribadi kita kenapa kita merekomendasikan pipa ini atas dasar kebutuhan yang perlunya tidak terlalu berat dan bisa menghemat kantong jadi kita ada problem solvingnya juga, ada storynya juga, ada experience nya juga dan kita bisa bercerita juga disana dari hasil pengalaman kita pakai pipa ini hanya untuk casing ternyata bisa di pakai. Sekarang saja saya sudah pakai berapa lama ya pipanya sepertinya sudah hampir 10 tahun, oke tidak ada masalah atau ada bocor-bocor dan memangkan pakainya tidak terlalu berat.

Sellingnya by spesifikasi, sellingnya by story storynya kita bisa pakai orang lain dan yang ketiga selling by story dan experience kita pribadi dimana kalau kita bercerita pengalaman pribadi akan dapet kita punya rasa antusiasnya sehingga orang bisa ikut dibanding dengan level kesatu dan kedua.

Suka dengan tips bisnis productivity, mindset dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan topik pengembangan diri? teman-teman boleh subscribe channel ini, like, comment dan juga share videonya. Saya punya komunitas bahan bangunan jika teman-teman ingin ikut di dalamnya dimana saya banyak sharing tentang hal-hal yang berkaitan dengan bisnis bahan bangunan dan kita ketemu lagi di video berikutnya bersama dengan saya Samuel Moses dari distributorbangunan.com. Terima kasih, salam sukses buat semuanya jangan lupa senyum.
bye bye.

Susah Berkomunikasi Dengan Tim? Ini Dia 4 Langkah Berkomunikasi Dengan Tim!

Susah Berkomunikasi Dengan Tim? Ini Dia 4 Langkah Berkomunikasi Dengan Tim!

Ini Dia 4 Langkah Berkomunikasi Dengan Tim!

Anda suka sakit hati dengan tim? suka kesal dengan tim? atau mungkin anda sering dongkol karena tim anda itu tidak mengerti tentang apa yang anda sampaikan dan kok rasanya mereka bodoh banget ya, kalau bukan saya yang ngerjain kayaknya tidak akan beres deh. Kalau begitu gimana dong? saya akan membahas cara berkomunikasi bersama tim supaya mereka bisa mengerti dengan apa yang kita mau, dengan apa yang kita maksud dan ini dia.

Yoo teman-teman dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com gimana caranya biar kita berkomunikasi dengan tim dan tim pun tidak bingung dengan apa yang kita mau, tim juga bisa ngerjainnya dengan senang, kemudian kita pun tidak dongkol dengan tim kita karena mereka tuh kayak tidak ngerti-ngerti gitu. Nah, begini poinnya adalah kalau saya ya ketika berkomunikasi ataupun ketika memberikan pengarahan saya akan bercerita dulu coba lakukan ini, coba lakukan A, coba lakukan B, coba lakukan C ya jadi itu pertama saya biasanya akan memberikan perintah dulu. Satu nih ya perintah lalu yang kedua saya akan memberikan goals. Jadi maksud dari perintah ini tuh apa sih? contohnya misal gini “coba tolong input postingan di sosial media ya, postingan tentang tips bisnis yang sudah saya buat setiap hari. jam 08.00 pagi ya” Nah setelah itu saya akan kasih goalsnya nih, oke kenapa
harus delapan pagi? karena disitu adalah jam-jam orang buka handphone gitu ya lalu kenapa kita harus posting? supaya orang aware terhadap diri kita terus itu buat jadi sarana promosi juga gitu kan terhadap produk yang kita jual. Kemudian yang ketiga adalah perspektif. Jadi perspektif itu kita akan tanyakan kepada tim kita seperti “eh so menurut kamu gimana nih? ini oke tidak perintahnya? terus dari apa yang saya maksud ini kira-kira works tidak? apa akan ada sebab akibatnya tidak ya? jadi misalnya kita kan ingin akibatnya meningkatkan promosi nih dengan kita melakukan sebabnya seperti ini akibatnya sesuai tidak dengan ekspektasi kita ini? menurut kamu gimana?” jadi kita akan ngobrol kita, akan tukar pendapat dengan tim kita. Nah dengan kita ngobrol begitu membuat saya lebih percaya diri terhadap apa yang saya perintahkan, dengan apa yang saya pikirkan, idenya kira-kira bakal lebih works atau tidak. Bagaimanapun juga sebuah pendapat itu akan lebih bekerja dengan baik jika diutarakan benar oleh dua orang atau lebih itu lebih baik lagi validasinya gitu ya poinnya. Nah, jadi kita bisa tanyakan perspektif ini kepada tim kita apakah kita sudah tepat ataupun belum atau mungkin dia punya perspektif lain gitu. Setelah kita ngobrol nextnya adalah biasanya saya akan berdiskusi action plan apa yang bisa dilakukan oleh dia ataupun dia sebagai pengarah kepada orang lain gitu ya. Jadi action plannya misal “oke kalau gitu besok ya jam 08:00 posting, kamu buka dulu laptopnya langsung buka sosial media yang pertama Facebook lalu kedua IG dan yang ketiga YouTube” misalnya begitu. Itu udah ngomongin action plan dan itu tercatat biasanya perintah 1 perintah 2 perintah 3 harus ngelakuinnya seperti apa biasanya tercatat. Jadi pertama ada perintah, ada goals, ada diskusi, perspektif ya terus keempat kita diskusi action plan itu bisa membantu mengclearkan apa yang kita sampaikan, tim juga bisa mengerti apa yang kita mau dan action plannya akan jelas. Jadi hindari diskusi-diskusi ataupun meeting-meeting yang ada sesi curhat atau pun gosipnya. Kalau memang ada sih yaudah tapi clear kan dulu nih urusan pekerjaan yang mau dilakuin setelahnya baru anda bergosip, bercerita atau misalnya membicarakan hal-hal yang lain. Itu sudah boleh dilakukan asalkan yang bagian pekerjaannya sudah selesai terlebih dahulu ya.

Teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia semoga tips ini bisa
membantu teman-teman semua sehingga kita bisa berkomunikasi dengan tim lebih baik, tidak mudah marah, tidak mudah kesal, kita bisa lebih happy dan juga lebih enak kerjasamanya dengan tim. Kita juga tentunya kalau tidak mudah marah-marah kan kita bisa lebih awet muda dan lebih bisa menikmati hidup. Kalau marah-marah terus stress kan tidak enak.

So suka dengan tips seperti ini? subscribe, like, komen dan juga share. Saya punya komunitas bahan bangunan. Jika teman-teman berkenan dan ingin ikut boleh klik link http://sharemytribe.me/b2c8 tinggal di klik saja
nanti teman-teman akan langsung ke sana. Kita akan berjumpa lagi di video berikutnya bersama saya Samuel Moses dari distributorbangunan.com tetap senyum, semangat dan mantap.

Bad Mood? Trik Memaksimalkan Otak Untuk Selalu Bahagia..👍👍

Bad Mood? Trik Memaksimalkan Otak Untuk Selalu Bahagia..👍👍

Bad Mood? Trik Memaksimalkan Otak Untuk Selalu Bahagia..👍👍

Halo pengusaha entrepreneurs Indonesia.

Saya dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com dan kali ini kita
akan membahas bagaimana cara mengatur sebuah mood. Jadi kali ini saya ditemani oleh seorang kameramen dan sebuah papan tulis ya agar saat menerangkan lebih mudah. Saya pakai papan tulis nah oke kameramen nanti tolong dibantu untuk sorot fokus-fokusnya tapi jangan sekarang nanti dulu. Sekarang kita punya 3 proses dalam sebuah CPU, saya ngomongin dulu CPU ya jadi misalnya gini ya ini ada input, proses, output. Nah, kira-kira dalam sebuah CPU ya sebuah komputer yang disebut input apa? Mouse, keyboard, kamera, microphone sudah ya anggap saja 4 ini ya. 4 ini sebenarnya tidak ada fungsi apa-apa sampai apa yang diinput ini diproses oleh yang namanya CPU. CPU pun tidak akan bermanfaat kalau tidak ada software, software ini akan memberi perintah kepada CPU untuk bisa memproses apa yang diinput oleh 4 elemen ini. Setelah diproses oleh CPU yang diperintah oleh software maka nanti akan muncul output disini berupa monitor, speaker, printer, recording mungkin ya. Seperti itu , input cpu software lalu output. Sekarang kita akan ambil persamaan ini di dalam diri kita ya jadi disini ada otak lalu ada input ada output. Nah, diinput ini adalah 5 panca indra seperti mata telinga, kuping, kulit, hidung. Oke nah outputnya berupa CO2, kata-kata, tindakan, perasaan. Otak ini sama dengan CPU lalu softwarenya ini adalah disebutnya ilmu pengetahuan, pengalaman. Dari ilmu pengetahuan sama pengalaman ini kita akan punya yang namanya makna. Jadi kita menerima sebuah input misalnya kita dibilang “anjing lu” gitu ya sama teman kita, maka maknanya berarti dihina ya jika dihina itu kan kita akan memunculkan respon kata-kata misal kita bales balik “anjing lu juga” gitu kan lalu kalau tindakan kita tonjok orangnya atau mungkin dengan perasaan malah kita jadi sakit hati dan jadinya diam atau menangis. Nah, tapi kalau kita memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman kita akan menghasilkan makna-makna yang lebih banyak. Misalnya ketika dibilang “anjing lu” seperti itu maka kita bisa anggap ini lagi menghina ya, ini lagi becanda ya, ini lagi galau ya, mungkin ini orang lagi sedih makanya bilang anjing lu ke gue. Jadi karena makna kita banyak itu maka respon kita pun kita bisa pilih variasinya mau seperti apa, apakah kita mau cuek atau kita mau membalas atau seperti apa dan yang pastinya kita bisa lebih mengatur misalnya perasaannya saya mau hasil akhirnya adalah senang, tindakannya mau bersahabat, kata-katanya juga saya mau menghibur
gitu, jadi ketika ini yang disebut dengan goals karena kita punya goalsnya adalah kita bisa memberikan makna-makna yang sesuai dengan goals-goals yang ingin kita peroleh dengan melakukan output-output yang didesain supaya menuju sesuai target yang kita inginkan.

Semoga ini bahasannya tidak terlalu berat dan bahasa saya lebih bisa
dimengerti ya oleh teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia. Jadi dengan kita mengerti kita bisa punya makna, kita punya ilmu pengetahuan dan pengalaman, otak kita bisa lebih ngatur apakah kita mau badmood, mau happy, mau sedih, mau memilih marah ataupun kita memilih bahagia dan itu bisa diatur oleh otak kita.

So buat teman-teman, Saran saya untuk bisa menambah ilmu pengetahuan atau pengalaman bisa dengan mensubscribe channel
ini. Dimana teman-teman bisa mendapatkan motivasi, mindset pengembangan diri, ilmu selling, ilmu bisnis dan diskusi-diskusi
tentang hal-hal lainnya yang membuat kita bisa lebih berkembang dari hari kehari atau bisa baca buku juga ya teman-teman dan teman-teman juga bisa ngobrol dengan mentor, dengan orang yang lebih pengalaman atau diskusi juga di komunitas yang bermanfaat. Oh ya saya juga punya komunitas namanya pengusaha bangunan, jika teman-teman tertarik boleh gabung di komunitas ini. Subscribe, like, comment dan juga share video ini. Jangan lupa follow tiktok @distributorbangunan itu adalah tiktok channel yang saya miliki. Sampai jumpa di video berikutnya semoga
bermanfaat.

Bye bye semuanya

Apakah Pengusaha Perlu Belajar Public Speaking & Stand Up Comedy???

Apakah Pengusaha Perlu Belajar Public Speaking & Stand Up Comedy???

Apakah Pengusaha Perlu Belajar Public Speaking & Stand Up Comedy???

Hai sahabat pengusaha entrepreneurs Indonesia.

Kembali dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com kali ini kita akan membahas perlu atau tidak kita sebagai seorang pengusaha, sebagai
seorang entrepreneurs belajar yang namanya Stand Up Comedy dan juga public speaking simak di video berikut ini.

Sebelum saya menjawab perlu tidak sih kita belajar yang namanya Stand Up comedy dan public speaking. Saya mau membahas dulu nih sebagai seorang entrepreneurs ataupun pengusaha, kehidupan sehari-harinya itu biasanya ngapain aja , pada waktu kerja? Kalau dari pengalaman pribadi saya nih sehari-hari saya itu perasaan ngobrol mulu kerjaannya. Jadi kerjaannya ngobrol terus, memang sih kadang-kadang ada mengerjakan beberapa hal-hal teknikal. Tapi saya merasa kayaknya sebagian besar tuh kerjaan saya 70% itu ngobrol mulu gitu, karena ketika ngobrol itu
kadang-kadang kalau mengontrol sesuatu pekerjaan, mengontrol suatu proses yang sedang berjalan, kalau cuman via laporan kertas tertulis gitu kayaknya kurang dapat feel-nya dan kurang dapet antusiasmenya. Mungkin tidak tahu ya kalau saya sih lebih senang mengobrol sih daripada membaca laporan. meskipun untuk mengobrol itu kita perlu laporan juga. Cuman kalau untuk saya baca begitu kayaknya kurang dapat ya, tidak tahulah saya juga bingung sih kayak kurang dapet apanya ya, kurang dapet feelnya gitu atau gimana. Beda deh kalau sama dibacain orang, dilapor seseorang sama kita baca sendiri. Nah, itu poinnya sih, maka saya lebih senang kayaknya kalau laporannya akan lebih bermanfaat, lebih akurat, lebih detail kalau saya ngobrol dengan seseorang. Nah saya baru mengerti nih kenapanya, jadi gini kalau laporan kan cuman baca data tapi kalau misalnya laporan omset sales nih ya maka kita bisa dapet cerita bagaimana salesnya bisa begini begitu. Jadi laporan bisa dapat detail dari segi berbagai macam halnya, kita bisa dapat gitu datanya. bukan hanya sekedar omset saja. Yang kedua, yang saya sering lakukan itu kadang-kadang suka meeting ya dengan 3 orang 4 orang gitulah lalu briefing. Kalau teknikal agak-agak jarang.


Oke berhubung banyaknya hidup saya dibidang komunikasi makanya
terinspirasi ingin membuat konten communication skill for bisnis gitu atau public speaking for bisnis dari pengalaman pribadi saya. Sekarang saya tidak tahu anda seperti apa ya cuma rasanya kalau kita sebagai seorang pengusaha atau entrepreneurs kita tidak akan lari dari yang namanya ngobrol-ngobrol dari meeting briefing gitu. Tidak lari dari sana ya kalau anda kuper maksudnya kuper disini begini ya kerjaannya  anda pengusaha tapi kerjaannya cuma di belakang meja saja, cuman diam, mengerjakan laporan, baca laporan, baca keuangan. Kayaknya tidak bisa seperti itu, nanti Tim anda akan bingung “ini saya tugasnya apa” nah ketika si timnya nanya “pak tugasnya ngapain pak?” ya kan anda harus ngomong dan menjelaskan makanya tetap harus ngobrol dan artinya anda harus menguasai communication skill, public speaking. Nah, masalah stand up comedy itu optional.

Sekarang saya mau jelaskan nih, karena saya anggap teman-teman pengusaha, entrepreneurs indonesia sudah paham bahwa kita sebagai seorang pengusaha ataupun entrepreneurs tidak lari dari yang namanya  berkomunikasi, meeting dan juga briefing. Oke setuju ya? saya anggap sudah setuju, maka saya akan masuk ke tahap berikutnya membahas tentang perlu tidak kita belajar public speaking dan juga stand up comedy. Public speaking itu definisi saya pribadi ya belum tentu benar sih, public speaking itu anda bayangkan Mario Teguh. Mario Teguh itu sosok yang sangat inspiratif diluar kasusnya dia. Jadi kalau cara ngomongnya tuh tertata rapi, terstruktur banget, bahasa tubuhnya juga benar-benar yang wah dan rapi sekali lah gitu. Konteks saya, pemahaman saya public speaking itu ya seperti itu. Jadi ya nogmongnya harus benar-benar dijaga banget dan ditata banget jangan sampai ada kesalahan, jangan sampai ada bahasa bahasa yang kurang sopan, harus anggun, tekanan intonasinya tuh harus yang benar-benar berhati-hati banget. Jadi karena
pemahaman saya seperti itu, tidak salah sih itu keren. hanya saja saya merasa kurang lepas gitu kalau misalnya ngobrol dengan gaya-gaya public speaking banget, memang saya pernah melakukan tapi ya kebetulan pak Mario Teguh pas ya dengan cara begitu. Tapi kalau saya merasa diri saya tuh tidak pas dengan cara begitu, orang bawaannya jadi mengantuk, orang bawaannya jadi bosan. Nah, terus sayanya sendiri pun kayak idenya tidak keluar, tidak lepas, ngomongnya juga kayak ketahan tahan. Kenapa begitu? Karena kan saya mesti membagi fokus saya terhadap gerakan tangannya harus hati-hati lalu harus kata-katanya yidak boleh salah,
harus sopan, jadi fokusnya ke bagi-bagi nih. Jadi dulu kalau teman-teman lihat saya di video zaman dulu, ngomong  saya tidak begini modelnya bener-bener berhati-hati banget, jangan sampai salah. Kalau sekarang udah masa bodoh sih yang penting maknanya tersampaikan dan ya kalau bisa jangan ada kata-kata kasar. Jadi fokusnya ke bagi-bagi akibatnya idenya kurang keluar, idenya kurang mengalir dan ada kecenderungan pembicaraannya jadi membosankan.

Saya melihat sosok yang inspiratif banget ya di Stand Up Comedy namanya Pandji Pragiwaksono. Kayaknya dia juga guru public speaking, teman-teman bisa liat di kelas.com public speaking nya Pandji Pragiwaksono ngajarin yang namanya merdeka dalam bicara. Saya juga
cukup kaget “hah?bukannya dia stand up comedy ya kok bisa ngajar public speaking” ternyata begini kalau pemahaman saya ya mengartikan public speaknya versi Panji adalah kalau public speaking itu intinya kita berbicara di depan umum. Sekali lagi ini pemahaman saya ya bukan
definisi Pandji ya, pemahaman saya itu stand up comedy adalah kita berbicara diatas panggung, kita mengutarakan perasaan kita, mengutarakan ide kita , apa yang mau kita ungkapkan ke audience kita ke penonton kita cuman dengan diri kita apa adanya. Kalau memang kita ngomongnya agak kasar ya udah gitu ngomong kasar aja, kalau memang kita orangnya latah ya udah ngomongnya latah aja, kalau memang kita orangnya suka ngelucu ya ngelucu sih udah pasti stand up comedy cuman memang ada orang-orang tertentu bakatnya ngelucu, pokoknya kalau ngomong sesuatu kalau nggak lucu tuh kayaknya bukan dia banget karakternya, yaudah ngelucu aja nggak usah ditahan-tahan terus mau ngomong gue lu meskipun ke orang yang lebih tua nih kalau di public speaking kan tidak boleh tapi kalau di stand up comedy yaudah ngomong aja. Jadi saya merasa “Wih bisa lebih lepas, asik juga” yaudah saya belajar sedikit-sedikitlah tentang stand up, tidak menekuni sekali cuman ya stand up tuh yang saya ambil  misalnya storytellingnya gimana, cara kita bergerak bahasa tubuhnya tuh lebih lepas, kita lebih tidak malu-malu dalam bercerita kita nangis-nangis, kita akting juga disana. Jadi kalau saya menerapkan public speaking digabung dengan stand up saya merasa nyaman sekali, lebih enak, lebih menjadi apa adanya. Kemudian jika disambungkan dengan meeting, briefing ataupun ngobrol ya temen-temen pengusaha entrepreneurs Indonesia ini pengalaman saya pribadi saya merasa lebih ngalir ngomongnya, lebih nyambung bukan merekanya tidak nyambung ya bukan tim saya tidak nyambung tapi lebih ke sayanya yang tidak ngalir saat ngobrolnya. Kalau saya menggabungkan public speaking dan public speaking untuk kewibawanya ya jadi saya merasa lebih berwibawa tapi dengan stand up saya ngobrol jadi bisa lebih
lepas dan lebih apa adanya.

Ketika menguasai 2 ilmu ini maka kita ngobrol itu akan lebih masuk, kita bisa menggali informasi ataupun kita yang memberikan informasi kepada lawan bicara kita itu lebih enak, tidak bingung, lebih asyik aja jadi kayak ngobrol sama temen. Itu sih point saya sih kenapa kita harus belajar public speaking dan stand up comedy meskipun kita seorang pengusaha ataupun entrepreneurs di bidang usaha. Jadi bisnis itu bukan hanya jualan, bukan hanya dagang tapi kita perlu membina orang, kitanya juga perlu dibina sama orang, kita perlu memberdayakan orang ataupun kita diberdayakan orang tapi ketika kita diberdayakan oleh mereka kita kan harus bisa menyerap informasi dari mereka. Gimana caranya kalau misalnya kita tidak bersatu sama mereka kita tidak nyambung ngobrol, tidak ngalir kayak temen nanti akhirnya jadi kaku, jadi takut maka kita jadi tidak maksimal dalam menyerap informasinya.

Oke dengan belajar public speaking, dengan belajar stand up comedy kita bisa lebih ngalir ke pribadi kita juga bisa lebih lepas dan orang juga bisa ngerti gitu “Oh ini jangan diucapin” yah maksudnya takutnya kalau lawan bicara kita ngucapin apa kita tersinggung kan, maka itu jangan diucapin. Karakter kitapun bisa lebih dikenal orang lain sehingga orang lain juga lebih berani untuk bergaul bersama kita meskipun dia tim kita. Kalau tim juga kan tidak enak ya kalau ngobrolnya ketahan-tahan terus tidak ngalir gitu. Akibatnya rasanya meeting itu kayak horor gitu kayak lagi dosen
ngajar, jadi tidak asyik. itu sih pandangan saya kenapa entrepreneurs pengusaha harus belajar public speaking dan stand up comedy.

Oke teman-teman itu dia pembahasan saya tentang topik kali ini. Jika anda suka boleh subscribe, like, komen dan juga share video ini kepada teman-teman siapa tahu ada yang membutuhkan dan informasi ini bisa berguna dan memotivasi mereka semua yang bergerak sebagai seorang pengusaha atau entrepreneurs public speaking untuk belajar ataupun Stand Up Comedy. Nah kita juga punya tiktok @distributorbangunan jangan lupa difollow buat teman-teman yang punya tiktok. Nah kita akan ketemu lagi divideo berikutnya bersama dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com Salam sukses buat semuanya

Tips Belajar Public Speaking – Musibah Seorang Pembicara dan Cara Mengatasinya

Tips Belajar Public Speaking – Musibah Seorang Pembicara dan Cara Mengatasinya

Musibah Seorang Pembicara dan Cara Mengatasinya

Halo sahabat pengusaha entrepreneurs Indonesia.

Kembali dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com kali ini kita
akan membahas yang namanya presentation disaster. Jadi ketika anda berbicara depan umum tapi anda mengalami bencana-bencana yang tidak diinginkan. Pertanyaannya bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Yang namanya presentasi public speaking ataupun kita berbicara di depan umum itu tidak lari dengan yang namanya  berbagai macam masalah. Cuman mengenai masalah-masalah yang kita alami itu tergantung kita punya pandangan, kita punya mindset itu, apakah ini masalah atau Apakah ini sebuah tantangan yang harus kita hadapi. Dan poinnya adalah ketenangan ataupun rileks pada saat kita menghadapi masalah tersebut ya. Jadi kalau teman-teman menghadapi masalah terus tiba-tiba kita panik ada kecenderungan kita tidak bisa mikir, kita tuh malah ngeblank atau malah kita bingung harus ngapain. Nah, itu pastinya akan dialami juga oleh seorang pembicara ataupun public speaker yang berbicara di depan umum. Ngomongin soal kesiapan ya, jadi poinnya adalah anda mempersiapkan apa yang akan anda presentasikan nanti. Jadi kalau teman-teman pengusaha entrepreneurs Indonesia ingin presentasinya berjalan dengan lancar, maka kita harus punya yang namanya persiapan ya ngomongin persiapan. Udah dibahas di video sebelumnya, dimana 7 langkah mempersiapkan presentasi supaya bisa memukau audience. Hanya saja di video kali ini saya lebih fokus kepada bencana atau musibah yang dialami. Jadi kalau sudah punya persiapan kita bisa menghadapi meskipun bencana itu boleh terbilang agak parah. Misalnya saya kasih contoh, kasus yang pertama adalah tiba-tiba ngeblank dan tidak ingat apa yang mesti dikatakan sebelumnya. Saya pernah bahas di video sebelumnya bagaimana kalau presentasi kita ngeblank lalu kita bingung mau ngapain, jadi kita bisa rileks terlebih dahulu ya tidak boleh tegang ya harus rileks meskipun kita “Aduh apa ya apa ya lupa aduh lupa” nah semakin berpikiran seperti itu ya udah makin lupa, makin ngalir lupanya. Teman-teman tidak boleh begitu. Jadi kalau lupa, ngeblank mau ngomong apa, bingung. Poin pertama adalah rileks, tenang dan tetap tersenyum. Anda boleh pura-pura batuk, kalau masih lupa anda boleh minum, masih juga lupa coba skip poin yang barusan itu lalu next ke poin selanjutnya. pertanyaannya memang si audience nya tidak akan bertanya ya? audience nya tidak akan bertanya karena mereka tidak tahu anda lupa nya di bagian mana anda. Jadi skip saja, nanti sambil Anda berusaha mengingat-ingat tadi poin sebelumnya apa. Ya kalau perlu anda tidak usah bicara juga tidak apa-apa. Pasti juga audience nya tidak akan tahu. Memang audience akan tahu anda harus ngomongin A lalu B lalu C lalu D lalu E lalu F? Kan tidak. Kalau anda ngomongnya A lalu ke C lalu ke D ke F, audience tidak akan tahu. Namanya juga mereka kan murid, mereka penonton, mereka peserta, mereka kan member. Jadi kalau sampai tahu sih tidak mungkin, menurut saya hampir tidak mungkin. Tidak masuk akal kalo mereka tiba-tiba “eh kok ke lewat ya bagian sananya”. So buat teman-teman santai aja, rileks aja, anda skip saja ke poin berikutnya sampai nanti anda ingat baru anda balik lagi ke poin yang tadi anda lupa.

Poin yang kedua, musibah ketika kita membawakan sebuah presentasi ataupun public speaking adalah kita kekurangan ataupun kelebihan waktu. Nah, kalau ngomongin kekurangan poin nya tetap sama ya, anda tetap harus santai. Kenapa harus santai dan tetap harus rileks? Jadi memang paling enak sih kalau kita bisa on time, materi tersampaikan semua, waktunya pas, kalau kelebihan juga paling sekitar 5 menit lah tapi kalau kelebihan setengah jam ya sudah mau bagaimana lagi. Tapi poinnya gini teman-teman, kalau kita membawakan materi presentasi ini presentasi loh ya presentasi yang sifatnya belajar nih bukannya yang Stand Up Comedy ya. Jadi pengalaman saya ini kalau materi presentasi yang sifatnya belajar kalau lebih cepat beres atau kekurangan waktu biasanya audiencenya lebih seneng. Ya paling dimarahin sama panitia sih kitanya, tapi kalau dari segi si audiencenya ataupun penontonnya mereka lebih senang “eh lebih cepat setengah jam nih. lebih cepat sejam” Karena apa? Karena pada saat kita presentasi bawain materi kan otak mereka sudah capek, sudah panas. Jadi kalau bisa lebih cepat beres tuh rasanya happy banget gitu, Seneng banget, maka kita bisa mempercepat. Kalau misal kekurangan waktu bisa jadi itu malah suatu hal yang baik ya, kabar baik untuk si penonton kitanya itu. Tapi kalau misalnya kelebihan, kita bisa mempercepat poin-poin itu meskipun kita membawakannya tetap dengan tenang tapi kita bisa mempercepat poin-poin yang pengen kita sampaikan. Jadi tidak usah dikasih sampel tidak perlu dikasih contoh sudah saja langsung bahas-bahas poin-poinnya gitu untuk mempercepat. Nah, teman-teman ada beberapa trik nih ya untuk mengatasi kelebihan waktu misalnya teman-teman bisa diskusi, bisa exercise, bisa ngerjain tugas bareng-bareng, bisa tanya jawab gitu kan Q&A itu bisa meskipun bahannya sudah beres. Jadi misal waktunya tinggal 10 menit anda baru beres 40 menit dan waktunya 50 menit. Sisa 10 menit ini anda bisa pakai buat diskusi bisa buat ngobrol bisa untuk Q&A. itu adalah trik-trik ataupun tips yang bisa anda pakai kalau waktunya kelebihan
ataupun kekurangan.

Hal yang mungkin terjadi ketika kita presentasi ataupun public speaking adalah micnya mati, laptop yang ngehang dan tidak punya cadangan. Kalau begitu bagaimana? Ya sudah tetap harus jalan, tetap jalan. Jadi ini adalah kendala yang bisa dihadapi oleh seorang public speaker. Kalau menghadapi hal tersebut presentasi tetap harus jalan, andanya pun harus tetap tenang. Mungkin anda bisa mengakali dengan merubah layout panggung, yang awalnya anda depan dan penontonnya menghadap anda, nah sekarang dirubah  andanya bisa di tengah-tengah dan semua penonton disuruh untuk melingkar melihat anda berbicara. Itu juga salah satu strategi supaya suaranya tetap terdengar. Di rubah lewat panggung ya sambil minta ke pegawai hotel “mas-mas microphonenya mati nih saya minta penggantinya yah” jadi bisa begitu atau Anda bisa melakukan exercise bareng-bareng, ini juga salah satu trik mengakali kalau laptop atau microphone-nya mati dan andanya harus bagaimana nih. Poinnya kan audience itu pengen belajar, nah belajar itu tidak selalu dengan mendengarkan, dengan ngerjain, dengan latihan itu juga salah satu cara untuk belajar ya teman-teman. Jadi tetap harus tenang yang pasti kalau kita sudah menguasai materi kita, sudah punya persiapan yang bagus, kita sudah ingat kita mau nyampein apa aja meskipun kita nggak ingat secara full at least 70% pasti kita ingat ya kalau kita sudah latihan banget kita akan tetap bisa melanjutkan presentasi kita sampai di akhir. Memang tugas seorang public speaker ya harus belajar kalau mau memberikan public speaking berbicara depan umum dan menyampaikan isi materi dengan baik. Kenapa sih kita ingin tampil sempurna, kita ingin tampil gagah, kita ingin tampil keren? Dari pengalaman saya dulu, ya kita ingin tampil keren, berwibawa gagah dan segala macam. Memang sebenarnya bukan kita ingin memberikan yang terbaik untuk audience. Ini saya ya, bukan kita ingin memberikan yang terbaik untuk audience. Tapi kita takut dibully, takut diomongin, takut dihina jadi akhirnya kita jadi punya pemikiran yang aneh-aneh akhirnya kita ingin tampilnya sempurna. Dan mungkin kita juga diajarin sama mentor kita kalau ngomong tuh harus seperti ini, seperti itu, tertata rapi, bahasanya harus rapi, maka nanti si audiencenya baru akan senang, tidak akan membully kita. Sebenarnya tidak juga, kalau misalnya kita lupa nanti kita bakal dihina sebenarnya tidak. Memang audience akan tahu kita lupa? Kecuali kita memberikan respon kita lupa maka mereka baru tahu kita lupa, harusnya santai aja. Nah, saya ngomong seperti ini juga ini kan saya banyak lupa-lupanya nih tapi santai aja, masa bodohlah gitu. Niat saya yang penting baik pengen sharing, berbagi,  cuman lupa lupa ya udah lanjut aja tidak usah di cut. Kenapa audience mau datang dan mendengarkan kita? ke-1 poinnya adalah mereka ingin belajar sesuatu. Karena mereka ingin belajar sesuatu yang meskipun kita lupa lanjut. Yang Ke-2 mereka ingin terhibur atau terinspirasi, materi kadang-kadang tidak penting yang penting karena ketemu pembicaranya, yang penting bisa ketawa, yang penting bisa Happy bareng-bareng, itu udah cukup buat mereka. Yang ke-3 mereka ingin dibantu untuk mencapai sesuatu. Kalau misalnya “Dahsyat ini dia cara menaikkan omset di tahun 2021” nah poinnya itu ya lalu anda mau membahas 20 tips dan yang diingat cuma 10, ya dengan 10 ini juga bisa kan menaikkan omset di tahun 2021 tidak harus 20 juga ya gitu poinnya. Pokoknya selama mereka mendapatkan sesuatu, mereka ingin dibantu untuk mencapai sesuatu, sesuatu itu sudah anda berikan dan sesuatu itu bisa membuat impian mereka lebih terbayang nih action plannya mau ngapain sebenarnya sudah cukup, tapi akan lebih baik kalau bisa sempurna ya ke-20. Dan yang terakhir adalah audience itu datang ke seminar, kepelatihan karena disuruh oleh perusahaan atau oleh bos. kalau seperti itu, itu yang paling asik sih anda pokoknya tampil yang lucu aja, lucu-lucuan aja pokoknya kalau selama si audience itu terhibur ketawa maka presentasinya akan dibilang bagus, seminarnya keren, workshopnya mantap, bermanfaat. Anda boleh banyak cerita, banyak ngelucu, namun harus ada poin-poin tertentu yang harus di fokuskan misal “ini ini belajar ya” nanti mesti diingetin nih ke audiencenya “bagian sini perhatiin ya begini perhatiin ya” setelahnya kalo poin-poin tertentu sudah diperhatikan, mereka sudah mengerti lalu sisanya agak melucu itu oke dan si audience ini akan terus berlangganan untuk mengundang anda sebagai seorang pembicara. Materi tidak perlu dalem-dalem tapi yang penting ada action plan yang jelas yang membuat si audience ini mendapatkan sesuatu. So jadi tidak masalah kalau misalnya kurang sempurna, ada lupa-lupa, ada keseleo ada nge-hang, ada ngeblank juga ya santai aja. Balik lagi ke kita punya responnya seperti apa dan saya punya suatu quotes bijak nih ya “Dont i’m for perfection but i’m for connection” maksudnya gini jangan mengejar sebuah kesempurnaan dalam sebuah presentasi,
tapi yang paling penting hubungan interaksi kita sama si audience kita. Kalau misalnya kita bisa perfect presentasinya sempurna semua bahan tersampaikan tapi bawainnya boring membosankan audience tidak suka tapi kalau dari 100% kita cuman ingat 10% nih ya karena faktor laptopnya mati ya jadi kita lupa dong cuma ingat 10%, Tapi selama presentasi kita banyak interaksi, banyak ngobrol, banyak diskusi banyak tanya jawab itu audience lebih senang ketimbang kita ngomong terus, nyerocos terus. Jadi konteksnya adalah kita harus berinteraksi dalam melakukan koneksi yang baik layaknya teman ataupun sahabat kalau pas lagi ngobrol, meskipun posisi pembicaranya di atas panggung dan audiencenya di depan tapi konteksnya adalah kayak persahabatan.

Ada kisah-kisah yang menggambarkan, kalau misalnya anda menganggap 
ngeblank itu adalah musibah yang parah untuk seorang public speaker. Ngeblank terus microphone mati wah itu parah banget lah. Nah, kalau anda menganggap ini parah. Ini ada sebuah kisah Dan roam pengarang buku “the back of the napkin” dia sedang berpresentasi di Moskow tiba-tiba pintunya di dobrak oleh serombongan pasukan spesial sejenis swat lengkap dengan senapan AK47 tanpa berkata apa-apa mereka menyergap masuk keruangan dan meringkus salah seorang audience, mungkin si audiencenya membawa narkoba nih oke. Yang kedua adalah save
seorang pembicara ingin menunjukkan satu website referensi kepada audience akan tetapi dia salah ketik sehingga yang tampil di layar adalah situs porno sejak kejadian itu presentasinya selalu dipadati peserta ya ternyata ini musibah membawa berkah nih. Yang ketiga adalah girls
marcom sesaat sebelum presentasi kehilangan koper laptop beserta isi
presentasinya karena dicuri orang akhirnya dia harus memberikan presentasi selama 45 menit yang murni berasal dari apa yang diingatnya aja nah ini bencana parah banget sih, udah lebih parah dari laptop ngehang ataupun mati ya, kemudian Martin nealson mencoba duduk
di meja LCD projector yang kira yang dia kira kokoh akan tetapi ternyata meja ini hanya ditopang satu kaki yang begitu diduduki langsung terbalik mengirim LCD Projector melayang di udara dan membuat Martin
terjatuh terkapar di lantai jadi ini adalah musibah-musibah yang mungkin anda baru denger ya. Cuman ini memang dialami oleh pembicara-pembicara Luar Negeri dan ini boleh terbilang lebih parahlah daripada microphone mati ataupun laptopnya ngehang dan ternyata mereka juga tetap tenang sih dalam menghadapi hal demikian, tetap melanjutkan presentasinya, tetap jalan dan tidak panik rileks aja.

Pengusaha entrepreneurs Indonesia pembahasan kita tentang cara mengatasi musibah ketika kita melakukan yang namanya presentasi ya. Nah, presentasi disini bisa anda meeting Project, dealing Project, meeting sama atasan, meeting sama perusahaan yang gede atau meeting sama tim, meeting sama divisi-divisi banyak gitu. Nah, ini bisa aja terjadi cuman tenang aja, santai ya.

So teman-teman akhirnya kita sudah sampai dipenghujung tips dimana jika anda suka dengan channel ini Samuel Moses silakan subscribe ya dimana channel ini banyak membahas tentang tips communication skill, public speaking, team building, selling marketing dan juga mindset pengembangan diri. Kalau suka like videonya dislike kalau tidak suka, komen jika ada yang mau ditanyakan lalu share video ini. Saya juga punya tiktok @distributorbangunan jangan lupa Difollow ya Terima kasih Salam sukses dan tetap senyum semuanya.

Bye-bye. 

Tips Belajar Public Speaking! Ini Dia Tips Menjadi Teman Bicara Yang Asyik Dan Menyenangkan

Tips Belajar Public Speaking! Ini Dia Tips Menjadi Teman Bicara Yang Asyik Dan Menyenangkan

Ini Dia Tips Menjadi Teman Bicara Yang Asyik Dan Menyenangkan

Halo pengusaha entrepreneur Indonesia.

Kali ini dengan saya samuel moses dari distributorbangunan.com. Saya akan membahas bagaimana caranya untuk bisa menjadi teman bicara yang asyik, yang menarik dan juga bisa sangat disenangi oleh lawan bicara kita, dan ini dia tipsnya.

Menjadi seorang enterpreneur atau seorang pengusaha pasti tidak lari dari yang namanya meeting, briefing, ketemu orang, ngobrol atau mungkin ada seorang bisnis owner yang merangkap menjadi seorang sales, menjadi seorang marketing manager, merancang strategi juga, meeting lagi, evaluasi, controlling dan segala macam. Tapi segala hal yang berhubungan dengan yang tadi saya sebutkan itu tidak lari dari komunikasi. Nah, untuk bisa komunikasi asyik seringkali orang menganggap agar orang lain itu mau mendengar, mau senang dengan kita, orang lain itu mau tertarik sama kita maka kita harus menjadi sangat-sangat menarik. Jadi kita harus menjadi sangat menarik, kita harus keren, kita harus tampil jaim dan sebagainya. Jadi kita membuat seolah-olah kita terlihat keren. Cuman masalahnya ini kalo misal kita berpikir demikian,  berharap kita itu keren maka kita akan mendesain diri kita, memakai topeng supaya terlihat keren yang membuat kita tidak tampil apa adanya maka sangat sulit untuk kita menjadi menarik di setiap situasi dan di setiap momen. So teman-teman bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi teman bicara yang asyik, yang khususnya ketika meeting dengan tim dan tim bisa tertarik dengan kita. Kuncinya bukan kita yang menjadi menarik tapi kita harus tertarik dengan orang lain. Nah, ini kuncinya ya, saya ulangi “Don’t try to be interesting but try to interest in the people who talking with you” jadi jangan menjadi menarik diri untuk diri sendiri tapi tertarik lah dengan lawan bicara kita. Tertarik di sini memiliki makna yang sangat dalam misal anda bisa tertarik dari segi yang dia bicarakan, apa yang disampaikan, apa yang dia ingin utarakan, pendapatnya bagaimana, emosinya seperti apa lalu cara dia berbicara seperti apa dan ketika kita benar-benar menyimak apa yang dia bicarakan, apa yang dia sampaikan maka orang itu secara otomatis akan lebih semangat untuk menyampaikan pendapatnya dan kita dengarkan apalagi kalau kita eksekusi itu artinya kita menghargai pendapat dia. Nah, itu poinnya kita tertarik dengan apa yang dia bicarakan. Kalau di selling itu ada yang namanya mimicking, passion leading jadi ciri-ciri orang tertariknya itu kita bisa tiru bahasa tubuhnya lalu kita mirroring dan sebagainya. Pokoknya poinnya mindsetnya harus disetting dulu ya, kita ini tertarik dengan dia setelah itu nanti biasanya kita bisa mengembangkan teknik-teknik yang lain, yang lebih menunjukkan ketertarikan kita sama lawan bicara kita. Tips yang sangat simple ya. Ini masih tentang komunikasi, tentang public speaking juga hanya saja public speaking lebih intense, lebih ke one on one. Public speaking tidak selalu harus ngobrolnya itu didepan umum, ngomong depan banyak orang, yang berbicara di depan umum tapi kita bisa melakukan public speaking juga ketika kita komunikasi satu lawan satu. Itu dia tips saya kali ini tentang public speaking, tentang communication skill atau public speaking untuk bisnis supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik entah kita seorang karyawan, seorang bisnis owner, seorang pengusaha, entrepreneur, seorang manager ataupun kita seorang profesionalitas yang pasti selama kita bisa menguasai ilmu komunikasi, hubungan kerja lebih harmonis, lebih damai dan lebih seru.

Anda suka dengan tips-tips seperti public speaking, komunikasi bisnis, mindset, productivity, pengembangan diri ataupun soft skill yang saya bahas di channel ini maka jika anda subscribe channel ini sangat pas sekali. Saya senang sekali membahas topik-topik seperti itu khususnya segala sesuatu tentang soft skill yang berhubungan dengan bisnis supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa memberdayakan orang-orang disekitar kita, tim kita dan ketika orang-orang nya berdaya, pintar-pintar maka Indonesia bisa lebih maju. Mungkin saya terlalu berkhayal ya, hanya saja ini motivasi internal Yang maksudnya dasar motivasi kenapa saya membuat video-video seperti ini.

Itu saja teman-teman. Oh ya subscribe like, comment jika ada yang ingin di tanyakan, share dan saya punya tiktok juga @distributorbangunan itu adalah bisnis yang sedang dikembangkan gitu ya. Jadi bisnis di bidang distribusi bahan bangunan, mau cari bahan bangunan? boleh kesana follow juga, saya banyak sharing tips membuat bisnis jadi ramai, seputar bahan bangunan. Dan kita ketemu lagi di video berikutnya bersama dengan saya Samuel Moses dari distributorbangunan.com. terima kasih, senyum dan salam sukses.

Bye-bye.

Tips Belajar Public Speaking –  Ini Dia 7 Tips Memukau Audience Saat Presentasi

Tips Belajar Public Speaking – Ini Dia 7 Tips Memukau Audience Saat Presentasi

Ini Dia 7 Tips Memukau Audience Saat Presentasi

Halo sahabat pengusaha entrepreneurs Indonesia.

Kali ini kita akan membahas 7 langkah bagaimana caranya bisa membuat presentasi yang memukau. Seringkali kita tuh takut pada saat prestasi, ya mungkin awalnya anda seorang yang tidak pernah terbiasa untuk berbicara depan umum, jarang melakukan public speaking depan umum tapi suatu ketika anda diminta udah tidak bisa menghindar, tahunya anda alasan mau ada nikahan ya terus awalnya juga punya alasan itu ketiduran lah atau tidak pede lah, banyak yang keluar kalau misalnya saya ngomong kayaknya pada kabur lah gitu. Ya jadi anda banyak memberikan alasan dan anda berkali-kali berhasil menghindar dan akhirnya anda tidak berbicara di depan umum. Nah, sekali waktu anda benar-benar kehabisan alasan dan anda mau tidak mau harus mewakili divisi anda ataupun anda seorang pemimpin bisnis owner, seorang pengusaha yang memiliki sebuah usaha. Mau tidak mau pasti sekali waktu anda akan diminta untuk public speaking ataupun berbicara depan umum. Nah, pertanyaannya gimana anda masih bisa menghindar tidak atau anda berani menghadapi takdir ataupun tanggung jawab? Pada akhirnya anda harus menghadapi takdir tersebut. so ketika takdir tersebut datang mau tidak mau anda harus menghadapi dan oleh karena itu kita harus belajar bagaimana caranya untuk bisa membuat presentasi yang menarik. Berikut 7 langkah membuat presentasi yang menarik, yang bisa memukau audience anda.

Ini dia, langkah yang ke-1 adalah persiapkan judul atau headline yang mau anda bahas. Nah, headline ini jangan headline
yang biasa aja yah, kalau bisa headlinenya harus yang menarik. Saya kasih tips ya, ini ngomong headline ini sebenernya banyak banget ada 13 pilihan kita mau bikin headline seperti apa, cuma saya kasih salah satu aja di video kali ini supaya tidak kepanjangan. Kita bikin lah headline yang problem solving. Problem
solving ini jadi misalnya masalahnya adalah omset menurun “omset menurun?! ini dia rahasia terdahsyat cara meningkatkan omzet sampai dengan 1000% di tahun 2021” misalnya seperti itu ya. Nah, itu adalah salah satu cara kita bisa membuat headline yang menarik, yang bisa menarik pengunjung untuk mengikuti workshop
ataupun seminar kita dan pada ujung-ujungnya mereka penasaran lalu mendaftar dan membayar. headline yang menarik itu adalah langkah yang pertama. Langkah yang ke-2 adalah anda harus
membuat yang namanya poin-poin yang mau anda bahas. Jadi point-point ini tuh, point satu misalnya kan tadi ngomongin cara menaikan omset pertama, berarti ke-1 identifikasi problem, yang ke-2 strategy. ada 5 strategi untuk menaikkan omset, yang
ke-3 5 tipe sales misalnya gitu ya, yang ke-6 apa gitu ya ke-7 apa nah dan sebagainya. Jadi buatlah poin-poin yang mau anda bahas sehingga si audiens pun akan lebih terbayang dengan materi ataupun presentasi public speaking yang ingin anda bawakan. Hindari membuat poin-poin yang terlalu banyak misalnya sampai 30 tips meningkatkan omset dalam waktu singkat. Jadi nanti kalau tipsnya kebanyakan lalu anda membawakan tips 1 tips 2 tips 3 tips 4, yang ada di kejadian itu Si audiens ataupun si penonton menghitung. Wah udah ketujuh nih ke-8 nih ke-10 nih ke-20 nih ke-21 , jadi di hitung bukannya fokus mendengarkan tapi fokusnya malah menghitung sudah sampai keberapa si tips presentasi yang sudah kita bawakan.

Sekarang kita bahas yang ke-3 adalah Tentukan cara anda menyampaikan di masing-masing poin. Jadi kalau misalnya anda ingin menyampaikan materi ataupun presentasi public speaking di masing-masing poin itu bisa dengan berbagai macam cara misal,  cara pertama anda cerita menggunakan storytelling, yang kedua anda bisa dimulai dengan cara pakai video gitu, anda pakai klip klip video yang ada di YouTube, yang ketiga anda pakai nyanyi bareng gitu misalnya, yang keempat anda bisa misalnya dengan berpantun memulainya dan sebagainya. Tentukan juga variasi dari penyampaian di setiap topik supaya si audiencenya tidak merasa
bosan dan si audiencenya merasa presentasinya ramai, presentasinya seru banget sehingga mereka akan tetap fokus sampai di akhir tujuan.

Oke sekarang di poin yang ke-4 adalah slide presentasi. Siapkan slide presentasi anda. Nah, tips untuk membuat slide presentasi jangan semuanya itu dibuat dengan teks yang harus dibaca. Saya pernah melihat ya, jadi antara judul dengan teks yang dibaca itu besarnya sama udah gitu teks yang dibacanya itu juga panjang banget yang membuat si pembicaranya, si public speakernya membaca headline kemudian membaca teks udah gitu pindah ke slide berikutnya begitu lagi, begitu lagi. Jadi ujung-ujungnya workshopnya adalah membaca slide presentasi, bukannya membawakan materi. Kalau memang mungkin anda pernah mengalami  maksudnya anda melihat dan ada public speaker seperti itu. Jangan sampai teman-teman pengusaha
entrepreneurs Indonesia yang menonton video ini melakukan hal demikian ya. Karena tentunya membawakan materi yang sifatnya hanya membaca itu tidak menarik dan membuat audiensnya
bosan. Kita harus membuat PowerPoint namanya juga PowerPoint ya power tuh kekuatan, point tuh sesuatu yang menjadi tujuan utama. Ya jadi PowerPoint itu tulis poin-poinnya aja nanti mengenai deskripsi Anda bisa tuliskan secara singkat. Kemudian anda bisa jelaskan lebih panjang menggunakan contoh-contoh dari kehidupan pribadi anda tentunya. kalau menggunakan contoh-contoh dari kehidupan pribadi anda itu bisa lebih powerfull dan lebih menarik ketimbang kita memakai contoh-contoh dari orang lain meskipun itu juga bisa. 

Lalu kita akan maju yang ke-5. Yang ke-5 adalah
3L yaitu latihan latihan latihan mau 5L juga boleh 5L berarti latihan latihan latihan latihan latihan. Tidak bisa kabur, tidak bisa lari kalau mau jago ngomong, jago presentasi itu kita harus bisa membawakan materi public speaking itu diluar kepala. Nah, untuk bisa sampai di luar kepala bawainnya, udah tidak pakai mikir apalagi bisa sambil merem gitu ya itu anda harus berlatih berulangkali sampai materi tersebut bisa hafal dan anda bisa membawakannya sampai lancar banget, natural banget dan audiens tentunya akan suka dengan seseorang yang terlihat sudah expert di bidangnya, yang lancar bawainnya dan apalagi materi tersebut bisa mengubah dan menambah inspirasi mereka untuk
menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tips yang ke-6 adalah lakukan persiapan H-1. H-1 misalnya waktu prestasi itu kira-kira bakal butuh apa aja sih. Pertama slide tentunya dong itu penting banget, laptop ya jangan sampai habis baterai, pointer nah Laser Pointer nih kalau memang Anda butuh. terus yang ketiga anda bisa juga mempersiapkan remote mungkin pakai remote, terus print nan kertas ya mungkin anda membutuhkan sertifikat untuk diberikan kepada audiens. Nah anda membutuhkan pulpen untuk mencatat lembar exercise bareng-bareng. Jadi pastikan H-1 itu anda sudah mempersiapkan segala macam hal teknis yang mendukung presentasi anda, public speaking anda. Berbicara di depan umum menjadi sangat-sangat menarik sekali. Ya mungkin anda butuh microphone ya lalu anda butuh notes lagi. Tipsnya itu aja sih, Oke kita langsung masuk ke tips yang ke-7. Tips yang ke-7 adalah Showtime. Saatnya anda tampil, saatnya anda manggung nih sebagai seorang public speaker. Nah, ketika anda akan manggung sebagai seorang public speaker membawakan materi isi presentasi public speaking, ada kalanya kita akan menjadi nervous, ketakutan kemudian kita akan mengalami keringat dingin, kita akan sakit perut, mungkin ya ketiak basah dan sebagainya. Itu adalah kendala-kendala alami yang sering dialami oleh seorang public speaker ketika akan manggung. Ya jadi triknya adalah ketika akan manggung ini yang anda bisa lakukan adalah jangan makan makanan yang bisa membuat perut sakit. kemudian untuk bisa kita lebih nyaman pada saat kita berada di atas panggung anda harus berinteraksi dengan audience bergaul, ngobrol gitu ya, anda bayangkan kalau anda berbicara didepan orang-orang yang sudah dikenal sama orang-orang asing gitu yang belum anda kenal. Kebanyakan orang akan lebih nyaman ngomong dengan orang-orang yang sudah dikenal. Maka untuk anda sebagai seorang public speaker, pastikan pada awal pertemuan anda bergaul, ngobrol yah. Jadi anda jangan sibuk ngapalin materi aduh ini lupa tidak, ini lupa tidak, jangan ya. Hal tersebut justru disaat-saat latihan di tips yang ke-5 berlatih. Nah, kalau di ke-7 itu anda jangan berlatih lagi. Justru anda harus ngobrol, santai, rileks, ngopi bareng dan sebagainya. Itu bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda pada saat anda berbicara di depan umum ataupun di atas panggung.

Suka dengan tips public speaking communication skill, selling mindset dan juga productivity? Anda boleh subscribe channel Samuel Moses like, comment dan juga share video ini dan
jangan lupa kita punya tiktok @distributorbangunan ya. Buat teman-teman yang punya tiktok jangan lupa Difollow ya. Kita ketemu lagi di video berikutnya tetap senyum dan Salam sukses buat semuanya ya.
oke bye