Cara Menentukan Investasi Yang Tepat

Setelah anda sudah Boleh terbilang Sukses sebagai seorang pengusaha atau Enterpreneur, Sudah saat nya anda melakukan suatu investasi untuk menunjang kebutuhan bisnis anda. Investasi yang bisa anda lakukan itu, bisa diwujudkan dalam bentuk apaapun, seperti emas, atau hal lainnya yang bisa meningkatkan keuntungan dalam jenis investasi tersebut.

Targetnya adalah keuntungan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan target inflasi yang dicapai. Namun akan sangat disayangkan apabila ternyata, targetnya lebih rendah maka anda akan mengalami yang Namanya kerugian. Bukannya untung malah buntung. Aduh.. Cape deh…

Anda perlu memperhatikan, selain mempertimbangkan yang Namanya keuntungan, anda juga harus tau resikonya itu sendiri. Bagaimana hal itu akan terjadi. Kemudian hal yang perlu anda pertimbangkan juga adalah Bagaimana dengan aspek likuiditas nya?

Artinya walaupun investasi yang ditawarkan itu menguntungkan, tapi kalau tidak mudah dicaiirkan apa kata dunia? Berarti investasi haruslah mudah untuk diuangkan. Mungkin anda bermaksud investasi dalam waktu jangka Panjang. Namun Resiko dari kerugian dan aspek likuiditas itu sendiri Wajib anda perhatkan.

1 hal yang tak kalah penting adalah bagaimana dengan aspek legalitas nya. Apakah investasi ini aman atau mengkhawatikan? Janganlah kita tergiur dengan Bunga atau ROI yang tinggi yang membuat kita menjadi gelap mata hingga akhirnya tidak memperhatikan aspek legalitas nya sama sekali.

Berikut di bawah ini ada sejumlah Jenis jenis investasi yang bisa anda pilih bila anda ingin menabung sendiri.

  1. Tabungan Di Bank
    Terkadang, dikala orang tidak punya ide ingin menabung di bidang apa atau mau nabung yang mana, maka…. Menabung di bank bisa menjadi salah satu pilihan alternative yang bisa anda gunakan untuk mempersiapkan dana pensiun. Jadi… bukannya dana anda yang berkurang tetapi malah bisa mendapatkan bunga dari hasil yang anda tabungKelemahan dari produk ini adalah bahwa Bunga yang anda dapatkan bisa jadi keesokan harinya malah turun. Koq bisa? Karena ketentuan dari Bunga bank itu mengikuti dari bank tersebut. Kelemahan kedua adalah produk yang tabungan yang anda pakai, Bunga nya suka lebih rendah dari inflasi yang terjadi. Tidak selalu terjadi, tapi kemungkinan terjadi itu besar.

    Contoh pada saat krisis moneter tahun 97 dan 98, suku Bunga pernah juga mencapai 38% per tahun. Itulah momen dimana anda bisa mendapatkan keuntungan dari menabung id bank

  2. Deposito di bank
    Berapakah Bunga yang bisa anda terima dari deposito di bank? Berkisar 7 %– 9% pertahunnya. Bedanya menabung dengan deposito adalah menabung bisa dilakukan terus terusan. Sedangkan deposito hanyalah sekali saja. Untuk melakukan sebuah deposito, ada minimal saldo yang harus dimiliki. Sama seperti nabung di bank, uang anda akan bertambah seiring dengan anda menunggu.Karena sifatnya sekali saja, seringkali Bunga yang diberikan oleh deposito di bank ini, lebih besar ketimbang Kelemahan dari deposito ini sendiri adalah anda tidak bisa menarik sewaktu waktu, dan suku Bunganya terkadang lebih kecil dari inflasi itu sendiri.
  3. Saham
    Ingin belajar menabung saham? Anda harus pandai dalam membaca laporan keuangan. Tingkat Pendapatan bunga dari saham itu sendiri bervariatif. Semakin besar bunganya maka semakin besar juga resiko kerugian yang bisa di dapat. Anda bisa memilih, menabung saham atau bermain saham.Kelebihan dari saham adalah Saham menjanjikan Bunga pendapatan yang lebih tinggi ketimbang produk tabungan atau deposito. Kelemahannya sangat berbanding lurus dengan kondisi perekonomian yang terjadi di negara. Kemungkinan rugi juga bisa terjadi.
  4. Properti
    Properti lebih banyak resikonya ketimbang saham. Dengan property, anda bisa melakukan investasi sekali saja, tidak secara bulanan. Ada sih yang investasi secara bulanan, dengan modal yang kecil pula.Kelebihan dari property itu sendiri adalah kemungkinan naik harganya suka lebih besar dari kondisi inflasi yang terjadi di negara. Kelemahannya anda butuh belajar untuk menganalisa lokasi mana yang cocok untuk dijadikan property untuk investasi dan cenderung sekecil kecilnya dana, anda tetap butuh besar untuk bisa memiliki sebuah property
  5. Barang Barang Koleksi
    Kadang kadang ada juga yang melakukan Investasi pada barang barang koleksi untuk bekal pada masa pensiun. Apakah barang koleksi memiliki likuiditas yang tinggi? Belum Tentu, anda harus tau barang itu bisa dijual kemana. Kolektor siapa lagi yang membutuhkan barang anda.Tapi, ketika anda menemukan kolektor yang cocok, maka anda akan memiliki nilai jual yang berkali kali lipat lebih tinggi. Saat terjadi inflasi, maka nilai barang anda juga akan ikut meroket lebih tinggi. Kelemahan dari jenis investasi ini adalah kalau Ekonomi menurun, maka daya beli juga menurun. Hal itu menyebabkan tidak ada yang mau membeli barang barang koleksi anda.
  6. Emas
    Banyak yang mempersiapkan juga menabung dengan banyak membeli emas. Baik berupa perhiasan maupun emas batangan. Emas akan berbanding lurus dengan inflasi yang terjadi di negara. Dan…Inilah kelebihan emas yaitu Emas likuiditas nya tinggi dan dia diterima dimana mana. Kelemehannya pada saat negara dalam keadaan biasa saja, maka emas juga harganya cenderung stabil. Tidak naik juga tidak turun.

    Dengan emas kita bisa lakukan secara periodic, maupun sekali saja.

  7. Mata Uang Asing
    Anda bisa menabung Dengan cara membeli mata uang asing. Salah satu hal yang bisa anda lakukan adalah hal ini dalam menentukan jumlah investasi. Harapannya, nilai mata uang ini akan naik kelak. Kelebihan dari mata uang asing itu sendiri adalah keuntungannya bisa sangat tinggi. Kekurangannya, Mata uang itu nilai tukarnya sangatlah fluktuatif. Dan sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah. Sehingga resiko berinvestasi dalam mata uang asing sebetulnya jauh lebih besar daripada saham.
  8. Reksa Dana
    Salah satu instrument yang direkomendasikan untuk melakukan investasi adalah Reksa dana. Reksa dana mempuyai kelebihan Bunga nya suka lebih besar dari deposito. Tapi kelemahannya sendiri adalah perlu disimpan dalam tempo yang cukup lama untuk dapat menikmati bunga yang lebih besar dari saham.
  9. Asuransi Pendidikan
    Anda bisa memilih asuransi Pendidikan yang ditawarkan berbagai perusahaan asuransi yang kini banyak tersebar. Caranya anda bisa daftar terlebih kepada asuransi mana tempat anda bisa berinvestasi. Dan anda bisa memilih mau membayar premi yang mana bisa mulai dari 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan atau anda bisa menentukan sampai dimana anda mau menabung .
    SD kah, SMP kah, SMA kah atau mungkin sampai Pendidikan tinggi?Kelebihan dari asuransi Pendidikan ini adalah, jika nasabah atau yang membayar premi meninggal dunia , maka jumlah dana Pendidikan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi tetap akan diberikan, meski premi tak lagi dibayarkan. Memang hasil investasi lebih kecil, tapi kompensasi sebagai orang tua adalah anda memperoleh perlindungan asuransi jiwa yang penting dalam mempersiapkan dana Pendidikan anak, sebab peran asuransi jiwa disini adalah memproteksi resiko kematian pada diri anda.

Untuk anda yang ingin mengikuti pelatihan soft skill seperti Kursus Video Editing dan Pelatihan Public Speaking Academy Di Bandung, Silahkan Hubungi 0813 2254 3099

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *