Apakah Pengusaha Perlu Belajar Public Speaking & Stand Up Comedy???

Apakah Pengusaha Perlu Belajar Public Speaking & Stand Up Comedy???

Apakah Pengusaha Perlu Belajar Public Speaking & Stand Up Comedy???

Hai sahabat pengusaha entrepreneurs Indonesia.

Kembali dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com kali ini kita akan membahas perlu atau tidak kita sebagai seorang pengusaha, sebagai
seorang entrepreneurs belajar yang namanya Stand Up Comedy dan juga public speaking simak di video berikut ini.

Sebelum saya menjawab perlu tidak sih kita belajar yang namanya Stand Up comedy dan public speaking. Saya mau membahas dulu nih sebagai seorang entrepreneurs ataupun pengusaha, kehidupan sehari-harinya itu biasanya ngapain aja , pada waktu kerja? Kalau dari pengalaman pribadi saya nih sehari-hari saya itu perasaan ngobrol mulu kerjaannya. Jadi kerjaannya ngobrol terus, memang sih kadang-kadang ada mengerjakan beberapa hal-hal teknikal. Tapi saya merasa kayaknya sebagian besar tuh kerjaan saya 70% itu ngobrol mulu gitu, karena ketika ngobrol itu
kadang-kadang kalau mengontrol sesuatu pekerjaan, mengontrol suatu proses yang sedang berjalan, kalau cuman via laporan kertas tertulis gitu kayaknya kurang dapat feel-nya dan kurang dapet antusiasmenya. Mungkin tidak tahu ya kalau saya sih lebih senang mengobrol sih daripada membaca laporan. meskipun untuk mengobrol itu kita perlu laporan juga. Cuman kalau untuk saya baca begitu kayaknya kurang dapat ya, tidak tahulah saya juga bingung sih kayak kurang dapet apanya ya, kurang dapet feelnya gitu atau gimana. Beda deh kalau sama dibacain orang, dilapor seseorang sama kita baca sendiri. Nah, itu poinnya sih, maka saya lebih senang kayaknya kalau laporannya akan lebih bermanfaat, lebih akurat, lebih detail kalau saya ngobrol dengan seseorang. Nah saya baru mengerti nih kenapanya, jadi gini kalau laporan kan cuman baca data tapi kalau misalnya laporan omset sales nih ya maka kita bisa dapet cerita bagaimana salesnya bisa begini begitu. Jadi laporan bisa dapat detail dari segi berbagai macam halnya, kita bisa dapat gitu datanya. bukan hanya sekedar omset saja. Yang kedua, yang saya sering lakukan itu kadang-kadang suka meeting ya dengan 3 orang 4 orang gitulah lalu briefing. Kalau teknikal agak-agak jarang.


Oke berhubung banyaknya hidup saya dibidang komunikasi makanya
terinspirasi ingin membuat konten communication skill for bisnis gitu atau public speaking for bisnis dari pengalaman pribadi saya. Sekarang saya tidak tahu anda seperti apa ya cuma rasanya kalau kita sebagai seorang pengusaha atau entrepreneurs kita tidak akan lari dari yang namanya ngobrol-ngobrol dari meeting briefing gitu. Tidak lari dari sana ya kalau anda kuper maksudnya kuper disini begini ya kerjaannya  anda pengusaha tapi kerjaannya cuma di belakang meja saja, cuman diam, mengerjakan laporan, baca laporan, baca keuangan. Kayaknya tidak bisa seperti itu, nanti Tim anda akan bingung “ini saya tugasnya apa” nah ketika si timnya nanya “pak tugasnya ngapain pak?” ya kan anda harus ngomong dan menjelaskan makanya tetap harus ngobrol dan artinya anda harus menguasai communication skill, public speaking. Nah, masalah stand up comedy itu optional.

Sekarang saya mau jelaskan nih, karena saya anggap teman-teman pengusaha, entrepreneurs indonesia sudah paham bahwa kita sebagai seorang pengusaha ataupun entrepreneurs tidak lari dari yang namanya  berkomunikasi, meeting dan juga briefing. Oke setuju ya? saya anggap sudah setuju, maka saya akan masuk ke tahap berikutnya membahas tentang perlu tidak kita belajar public speaking dan juga stand up comedy. Public speaking itu definisi saya pribadi ya belum tentu benar sih, public speaking itu anda bayangkan Mario Teguh. Mario Teguh itu sosok yang sangat inspiratif diluar kasusnya dia. Jadi kalau cara ngomongnya tuh tertata rapi, terstruktur banget, bahasa tubuhnya juga benar-benar yang wah dan rapi sekali lah gitu. Konteks saya, pemahaman saya public speaking itu ya seperti itu. Jadi ya nogmongnya harus benar-benar dijaga banget dan ditata banget jangan sampai ada kesalahan, jangan sampai ada bahasa bahasa yang kurang sopan, harus anggun, tekanan intonasinya tuh harus yang benar-benar berhati-hati banget. Jadi karena
pemahaman saya seperti itu, tidak salah sih itu keren. hanya saja saya merasa kurang lepas gitu kalau misalnya ngobrol dengan gaya-gaya public speaking banget, memang saya pernah melakukan tapi ya kebetulan pak Mario Teguh pas ya dengan cara begitu. Tapi kalau saya merasa diri saya tuh tidak pas dengan cara begitu, orang bawaannya jadi mengantuk, orang bawaannya jadi bosan. Nah, terus sayanya sendiri pun kayak idenya tidak keluar, tidak lepas, ngomongnya juga kayak ketahan tahan. Kenapa begitu? Karena kan saya mesti membagi fokus saya terhadap gerakan tangannya harus hati-hati lalu harus kata-katanya yidak boleh salah,
harus sopan, jadi fokusnya ke bagi-bagi nih. Jadi dulu kalau teman-teman lihat saya di video zaman dulu, ngomong  saya tidak begini modelnya bener-bener berhati-hati banget, jangan sampai salah. Kalau sekarang udah masa bodoh sih yang penting maknanya tersampaikan dan ya kalau bisa jangan ada kata-kata kasar. Jadi fokusnya ke bagi-bagi akibatnya idenya kurang keluar, idenya kurang mengalir dan ada kecenderungan pembicaraannya jadi membosankan.

Saya melihat sosok yang inspiratif banget ya di Stand Up Comedy namanya Pandji Pragiwaksono. Kayaknya dia juga guru public speaking, teman-teman bisa liat di kelas.com public speaking nya Pandji Pragiwaksono ngajarin yang namanya merdeka dalam bicara. Saya juga
cukup kaget “hah?bukannya dia stand up comedy ya kok bisa ngajar public speaking” ternyata begini kalau pemahaman saya ya mengartikan public speaknya versi Panji adalah kalau public speaking itu intinya kita berbicara di depan umum. Sekali lagi ini pemahaman saya ya bukan
definisi Pandji ya, pemahaman saya itu stand up comedy adalah kita berbicara diatas panggung, kita mengutarakan perasaan kita, mengutarakan ide kita , apa yang mau kita ungkapkan ke audience kita ke penonton kita cuman dengan diri kita apa adanya. Kalau memang kita ngomongnya agak kasar ya udah gitu ngomong kasar aja, kalau memang kita orangnya latah ya udah ngomongnya latah aja, kalau memang kita orangnya suka ngelucu ya ngelucu sih udah pasti stand up comedy cuman memang ada orang-orang tertentu bakatnya ngelucu, pokoknya kalau ngomong sesuatu kalau nggak lucu tuh kayaknya bukan dia banget karakternya, yaudah ngelucu aja nggak usah ditahan-tahan terus mau ngomong gue lu meskipun ke orang yang lebih tua nih kalau di public speaking kan tidak boleh tapi kalau di stand up comedy yaudah ngomong aja. Jadi saya merasa “Wih bisa lebih lepas, asik juga” yaudah saya belajar sedikit-sedikitlah tentang stand up, tidak menekuni sekali cuman ya stand up tuh yang saya ambil  misalnya storytellingnya gimana, cara kita bergerak bahasa tubuhnya tuh lebih lepas, kita lebih tidak malu-malu dalam bercerita kita nangis-nangis, kita akting juga disana. Jadi kalau saya menerapkan public speaking digabung dengan stand up saya merasa nyaman sekali, lebih enak, lebih menjadi apa adanya. Kemudian jika disambungkan dengan meeting, briefing ataupun ngobrol ya temen-temen pengusaha entrepreneurs Indonesia ini pengalaman saya pribadi saya merasa lebih ngalir ngomongnya, lebih nyambung bukan merekanya tidak nyambung ya bukan tim saya tidak nyambung tapi lebih ke sayanya yang tidak ngalir saat ngobrolnya. Kalau saya menggabungkan public speaking dan public speaking untuk kewibawanya ya jadi saya merasa lebih berwibawa tapi dengan stand up saya ngobrol jadi bisa lebih
lepas dan lebih apa adanya.

Ketika menguasai 2 ilmu ini maka kita ngobrol itu akan lebih masuk, kita bisa menggali informasi ataupun kita yang memberikan informasi kepada lawan bicara kita itu lebih enak, tidak bingung, lebih asyik aja jadi kayak ngobrol sama temen. Itu sih point saya sih kenapa kita harus belajar public speaking dan stand up comedy meskipun kita seorang pengusaha ataupun entrepreneurs di bidang usaha. Jadi bisnis itu bukan hanya jualan, bukan hanya dagang tapi kita perlu membina orang, kitanya juga perlu dibina sama orang, kita perlu memberdayakan orang ataupun kita diberdayakan orang tapi ketika kita diberdayakan oleh mereka kita kan harus bisa menyerap informasi dari mereka. Gimana caranya kalau misalnya kita tidak bersatu sama mereka kita tidak nyambung ngobrol, tidak ngalir kayak temen nanti akhirnya jadi kaku, jadi takut maka kita jadi tidak maksimal dalam menyerap informasinya.

Oke dengan belajar public speaking, dengan belajar stand up comedy kita bisa lebih ngalir ke pribadi kita juga bisa lebih lepas dan orang juga bisa ngerti gitu “Oh ini jangan diucapin” yah maksudnya takutnya kalau lawan bicara kita ngucapin apa kita tersinggung kan, maka itu jangan diucapin. Karakter kitapun bisa lebih dikenal orang lain sehingga orang lain juga lebih berani untuk bergaul bersama kita meskipun dia tim kita. Kalau tim juga kan tidak enak ya kalau ngobrolnya ketahan-tahan terus tidak ngalir gitu. Akibatnya rasanya meeting itu kayak horor gitu kayak lagi dosen
ngajar, jadi tidak asyik. itu sih pandangan saya kenapa entrepreneurs pengusaha harus belajar public speaking dan stand up comedy.

Oke teman-teman itu dia pembahasan saya tentang topik kali ini. Jika anda suka boleh subscribe, like, komen dan juga share video ini kepada teman-teman siapa tahu ada yang membutuhkan dan informasi ini bisa berguna dan memotivasi mereka semua yang bergerak sebagai seorang pengusaha atau entrepreneurs public speaking untuk belajar ataupun Stand Up Comedy. Nah kita juga punya tiktok @distributorbangunan jangan lupa difollow buat teman-teman yang punya tiktok. Nah kita akan ketemu lagi divideo berikutnya bersama dengan Samuel Moses dari distributorbangunan.com Salam sukses buat semuanya